Cetak Sejarah, Erwin Burase Jadi Bupati Pertama yang Injakkan Kaki di Desa Terpencil Bainaa Barat

2 menit membaca
Redaksi

Tinombo, Sulteng – Kamis (30/4/2026) menjadi momen bersejarah bagi warga Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo. Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Parigi Moutong terbentuk 24 tahun silam, seorang kepala daerah hadir langsung menembus wilayah terpencil tersebut guna meninjau kondisi masyarakat dan infrastruktur yang selama ini minim perhatian.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, melakukan kunjungan kerja maraton untuk melihat langsung fasilitas pendidikan dan akses vital desa. Di titik pertama, yakni SD Terpencil Bainaa Barat, Bupati mendapati pemandangan miris di mana 70 siswa harus belajar di ruang kelas yang hanya berdinding dan beralas papan kayu lapuk.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Erwin Burase langsung menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan langkah darurat dan jangka panjang.

“Saya sangat prihatin melihat anak-anak kita belajar di ruang kelas yang sudah tidak layak. Pendidikan adalah hak setiap anak Parigi Moutong, tidak boleh ada kesenjangan fasilitas antara kota dan desa terpencil,” tegas Erwin.

Instruksi tegas yang dikeluarkan Bupati mencakup rehabilitasi total bangunan sekolah, pengadaan meja dan kursi belajar yang baru, hingga pemasangan instalasi listrik dan jaringan internet. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan diimplementasikan di sekolah tersebut guna menunjang kesehatan siswa.

Selain sektor pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan menjadi fokus utama kunjungan ini. Bupati meninjau progres pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III. Jembatan hasil kolaborasi dengan TNI tersebut saat ini telah mencapai progres 20 persen.

“Jembatan Garuda dan perbaikan jembatan di dekat kantor desa harus dikebut. Kita tidak ingin lagi mendengar ada anak sekolah yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai hanya untuk belajar,” tambahnya.

Bupati juga menaruh perhatian serius pada ancaman abrasi sungai yang mengancam rumah milik 10 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut. Ia pun memerintahkan segera dibangunnya bronjong sebagai penahan arus demi melindungi pemukiman warga dari risiko longsor.

Kunjungan ini disambut haru oleh warga dan tokoh masyarakat setempat. Selama puluhan tahun, mereka mengaku baru kali ini merasakan kehadiran langsung pemerintah di pelosok desa mereka.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan ini antara lain Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sunarti, Camat Tinombo Muamar, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait di lingkup Pemkab Parigi Moutong.

Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *