
Ampana, Sulteng – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tojo Una-Una memberikan dukungan penuh terhadap langkah Universitas Tadulako (UNTAD) Palu dalam meluncurkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini menjadi angin segar bagi para profesional di Tojo Una-Una untuk meraih gelar akademik dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Kesiapan tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tojo Una-Una, Aspan Taurenta, saat menerima kunjungan tim sosialisasi UNTAD di ruang kerjanya, Jumat (5/2/2026). Ia menilai program ini sebagai solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus memulai dari nol.
Program RPL memungkinkan pengalaman kerja, pendidikan non-formal, maupun informal dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan skema ini, mahasiswa tidak perlu menempuh masa kuliah normal empat tahun; gelar sarjana bahkan bisa diraih hanya dalam waktu dua semester.

“Ini adalah terobosan luar biasa. Bagi mereka yang sudah bertahun-tahun bergelut di dunia kerja atau memiliki kompetensi dari jalur non-formal, negara kini memberi pengakuan nyata. Gelar sarjana kini bisa diraih dengan lebih efisien,” ungkap Aspan.
Tim dari UNTAD Palu menjelaskan bahwa program ini menyasar berbagai jenjang, mulai dari Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D4) dan Program Profesi Insinyur.
Lulusan SMA/SMK sederajat yang memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun sudah dapat mengajukan rekognisi kompetensi mereka. Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui laman resmi https://pmb.untad.ac.id.
Melalui kolaborasi ini, Disdikbud Tojo Una-Una berharap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut dapat meningkat pesat, seiring dengan kemudahan akses pendidikan tinggi yang ditawarkan oleh UNTAD.
Laporan: Budi Dako


Tidak ada komentar