
Ampana, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menerima kunjungan kerja strategis dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
Pertemuan yang berlangsung di Hotel Lawaka, Rabu (22/4/2026), ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis bagi pengembangan desa wisata di wilayah “Bumi Sivia Patuju”.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Alfian Matadjeng, unsur Forkopimda, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Surya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas perhatian nyata terhadap pembangunan di daerah, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar ekonomi Tojo Una-Una.

“Kunjungan ini bukan sekadar bentuk perhatian, melainkan wujud nyata komitmen dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata berbasis desa,” ujar Wakil Bupati.
Beliau menekankan bahwa bantuan yang diberikan oleh BI sangat berarti dalam memperkuat kapasitas kelembagaan, peningkatan sarana prasarana, serta pengembangan produk wisata lokal agar lebih berdaya saing.
Selain BI, apresiasi juga diberikan kepada Bank Sulawesi Tengah yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung UMKM dan akses keuangan masyarakat.
Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan bahwa meskipun kawasan Kepulauan Togean sudah mendunia, kesiapan masyarakat dan kualitas layanan tetap menjadi kunci utama.
“Pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan kemandirian masyarakatnya. Kami berharap bantuan ini menjadi pemicu semangat warga desa untuk terus berinovasi,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati Surya menekankan empat poin penting bagi pemerintah desa penerima bantuan. Pertama, pemerintah desa diminta segera menyusun Peraturan Desa (Perdes) Wisata agar ada dasar hukum yang jelas untuk intervensi dan kontribusi bagi desa.
Kedua, Peran pemerintah desa harus maksimal agar kepercayaan dari pihak perbankan, termasuk bantuan tahap berikutnya dari BI, dapat terus berkelanjutan.
Ketiga, Desa wajib menyediakan sarana kebersihan seperti tempat sampah untuk menjaga estetika dan kenyamanan wisatawan. Dan yang terakhir, mendorong kerja sama dengan pihak swasta dalam pengadaan fasilitas penunjang lainnya.
“Sesuai visi pembangunan kita menuju masyarakat yang maju dan sejahtera, mari kita kelola bantuan ini secara profesional dan transparan demi kemajuan Tojo Una-Una yang kita cintai,” tutupnya.

Tidak ada komentar