Geger Penemuan Mayat di Sansarino, Ini Penjelasan Resmi Polres Touna

2 menit membaca
Redaksi
News, Touna - 20 Apr 2026

Ampana, Sulteng – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una Una melakukan penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat seorang pria pada Senin (20/04/2026) pagi.

Korban yang diketahui bernama A.M.I (45), warga Desa Pusungi, ditemukan meninggal dunia di kediaman kerabatnya di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota.

Kapolres Tojo Una Una, AKBP Yanna Djayawidya, S.I.K., M.H., melalui Pamapta Aipda Sunardi Kamudin, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kronologi bermula ketika korban sempat meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit pada pukul 06.00 WITA.

“Korban sempat membangunkan saksi bernama Lalo untuk minta diantar ke rumah sakit karena mengeluh pusing. Namun, karena kendala kendaraan, saksi tidak bisa mengantar saat itu dan kembali tidur,” ujar Aipda Sunardi menjelaskan kronologis awal.

Dua jam berselang, sekitar pukul 08.00 WITA, saksi baru menyadari bahwa korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat mencoba membangunkannya kembali.

Kabar ini pun segera dilaporkan kepada personel Polres Tojo Una-Una yang tinggal di sekitar lokasi, yang kemudian diteruskan ke piket fungsi Polres Tojo Una-Una.

Tim Inafis Polres Tojo Una-Una yang tiba di lokasi pada pukul 09.50 WITA langsung melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kematian korban.

“Hasil olah TKP oleh Unit Inafis menunjukkan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan indikasi bahwa korban sempat menahan sakit yang luar biasa sebelum menghembuskan napas terakhir,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi, korban diketahui memang memiliki riwayat penyakit asam lambung yang sering dikeluhkan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini sinkron dengan temuan kepolisian di lapangan.

Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh kakak kandungnya, menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka secara resmi menolak untuk dilakukan Visum Et Repertum maupun otopsi melalui surat pernyataan tertulis.

“Keluarga sudah ikhlas dan meminta jenazah segera dipulangkan untuk dimakamkan. Tadi sekitar pukul 10.30 WITA, jenazah sudah kami evakuasi menggunakan mobil ambulans Dokkes Polres Tojo Una-Una menuju rumah duka di Desa Buntongi,” tutup Aipda Sunardi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *