Tiga Hari Hilang di Sungai, Warga Lalundu Ditemukan Meninggal Dunia

2 menit membaca
Redaksi
Donggala, News - 21 Apr 2026

Rio Pakava, Sulteng – Upaya pencarian intensif terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di aliran sungai Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Nika (68), warga Dusun I Desa Lalundu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/4/2026).

Peristiwa ini bermula saat korban dilaporkan hilang sejak Minggu (19/4/2026) sore ketika sedang beraktivitas di sekitar sungai. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Rio Pakava segera berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk melakukan operasi pencarian.

Kapolsek Rio Pakava, Iptu Afif Ali, S.H.I., menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Kabupaten Pasangkayu, BPBD Donggala, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga bantuan dari masyarakat setempat.

“Pencarian kami bagi menjadi dua regu dengan fokus penyisiran dari titik awal korban terlihat hingga sepanjang aliran Sungai Pantolobete menuju Desa Lalundu menggunakan dua unit perahu karet,” ujar Iptu Afif.

Meskipun tim di lapangan menghadapi tantangan berupa arus sungai yang cukup deras dan medan yang panjang, pencarian terus dilakukan secara terpadu. Sekitar pukul 15.30 WITA, tim akhirnya menemukan jasad korban tersangkut di ranting kayu di perbatasan sungai antara Desa Lalundu dan Desa Polando Jaya.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Iptu Afif Ali yang mewakili Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

“Sinergitas antara aparat, tim SAR, dan warga sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi di wilayah kita,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Kapolsek mengimbau agar warga lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi arus sungai yang sewaktu-waktu dapat membahayakan nyawa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *