Bupati Sigi Dorong Posyandu Jadi Pusat Layanan Sosial Terpadu

3 menit membaca
Redaksi
Kesehatan, News, Pemerintahan, Sigi - 25 Apr 2026

Sigi, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai simpul layanan sosial terpadu untuk mempercepat penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Posyandu di Bukit Indah Doda Hotel and Resorts, Desa Doda, Kecamatan Kinovaro, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 WITA itu dihadiri Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, Ketua TP-PKK Siti Halwiah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Selvy, Kepala Dinas Sosial Ariyanto, Kasat Pol PP dan Damkar Moh. Ambar Mahmud, Direktur RSUD Torabelo dr. Diah Ratnaningsih, Direktur RSUD Pratama Kauria dr. Nando Repadjori, para camat, kepala puskesmas, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Rizal menegaskan bahwa transformasi Posyandu harus dimaknai lebih luas, tidak hanya sebatas layanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai persoalan sosial masyarakat secara terintegrasi.

“Posyandu harus menjadi titik temu layanan kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan keluarga, hingga intervensi kemiskinan. Ini bukan lagi kerja sektoral, tetapi kerja kolaboratif,” tegasnya.

Menurut Bupati, penguatan Posyandu menjadi penting seiring dorongan pemerintah pusat agar daerah memperkuat layanan masyarakat hingga tingkat desa melalui data yang akurat dan intervensi yang tepat sasaran.

Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan data sosial sebagai dasar penyusunan kebijakan. Seluruh jajaran pemerintah, mulai dari desa, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD), diminta serius melakukan validasi data masyarakat miskin, penerima bantuan sosial, serta penerima layanan kesehatan.

“Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Jika basis data rapi, program penanggulangan kemiskinan, bantuan sosial, hingga pembiayaan kesehatan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Selain fokus pada penanganan kemiskinan, Bupati Rizal juga menekankan percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran Posyandu dan Puskesmas. Ia meminta tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan OPD terkait memperkuat koordinasi dalam pemantauan ibu hamil, balita berisiko stunting, serta edukasi keluarga.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor dan konsistensi pelayanan hingga tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, dan berbasis solusi. Ia meminta seluruh OPD menjadikan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya ingin setiap persoalan masyarakat cepat diketahui dan segera ditangani. Pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Bupati turut mendorong pelaksanaan rapat koordinasi rutin antarperangkat daerah agar penanganan isu kemiskinan, stunting, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial dapat dilakukan secara terpadu.

Ia juga mengapresiasi peran TP-PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial di Kabupaten Sigi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap pengelolaan Posyandu semakin adaptif terhadap transformasi layanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Humas Pemda Diskominfo Kabupaten Sigi

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *