Rabu, 03 Jun 2026

Di Hadapan PGRI, Bupati Touna Umumkan Beasiswa dan Kenaikan Insentif Guru Honorer

3 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 25 Nov 2025

Togean, Sulteng – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menjadi momen penting pengumuman program besar pemerintah di sektor pendidikan.

Upacara yang dirangkai dengan penutupan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) PGRI di Desa Lebiti, Kecamatan Togean, pada Selasa (25/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Touna, Ilham Lawidu.

Dalam amanatnya, Bupati Ilham membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menggarisbawahi peran krusial guru sebagai pilar utama pencerdas bangsa dan pembentuk karakter generasi masa depan.

Bupati Ilham Lawidu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi, kreativitas, dan ketangguhan mereka dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Ia lantas menjabarkan langkah-langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru selama satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming.

“Pada tahun 2025, pemerintah fokus pada peningkatan kualifikasi guru yang belum berpendidikan D4/S1,” kata Bupati Ilham. “Kami memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester untuk melanjutkan studi melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan target mencakup 12.500 penerima secara nasional.”

Selain beasiswa studi, pemerintah juga menggelontorkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru, termasuk Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kompetensi guru Bimbingan Konseling (BK), pelatihan koding, kecerdasan artifisial, dan kepemimpinan sekolah.

Di sisi kesejahteraan, guru non-ASN juga mendapat perhatian serius. “Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah per bulan bagi guru non-ASN,” ungkap Bupati.

Tak hanya itu, guru ASN juga menerima tunjangan satu kali gaji pokok. Sementara itu, guru honorer menerima insentif sebesar 300 ribu rupiah per bulan, dengan seluruh tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

“Pemerintah menyadari bahwa dukungan ini belum sepenuhnya memenuhi harapan, namun kami berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik secara bertahap,” tegas Bupati Ilham Lawidu, menunjukkan komitmen jangka panjang.

Bupati Touna juga membeberkan target peningkatan program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.

“Pada tahun 2026, kami menargetkan pembukaan beasiswa studi bagi 150 ribu guru secara nasional,” jelas Bupati. “Selain itu, insentif guru honorer akan kembali dinaikkan menjadi 400 ribu rupiah per bulan.”

Pemerintah juga berencana mengurangi beban administrasi guru secara signifikan. “Kewajiban mengajar tidak lagi disyaratkan minimal 24 jam. Bahkan, akan ada satu hari khusus belajar bagi guru setiap pekan,” tambahnya.

Kebijakan ini diambil agar guru dapat lebih fokus menjalankan peran esensial mereka sebagai pendidik profesional di dalam kelas.

Di akhir sambutan, Bupati Ilham menutup dengan pesan kepada seluruh murid di Touna untuk senantiasa memegang teguh lima nasihat dari Presiden Prabowo yaitu belajar dengan baik, cintai ayah dan ibu, hormati guru, rukun dengan teman, serta cintai tanah air dan bangsa.

Upacara yang dirayakan secara meriah dan penuh semangat persatuan di Desa Lebiti ini diharapkan menjadi momentum penting untuk terus mendorong peningkatan profesionalisme serta kesejahteraan guru di Kabupaten Tojo Una-Una.

Sumber : PPID Dinas Kominfo Touna

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x