Polisi Sesalkan Demo Mahasiswa di Palu Berakhir Ricuh, Janji Selidiki Video Viral

2 menit membaca
Redaksi

PALU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyayangkan aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulteng yang berakhir ricuh pada Senin (25/8/2025). Kerusuhan pecah setelah sejumlah demonstran merusak pagar gedung, yang kemudian memicu respons tegas dari aparat keamanan.

Kronologi Kerusuhan dan Tindakan Polisi

Kapolresta Palu, Kombes Pol Deny Abrahams, menjelaskan bahwa awalnya aksi berjalan damai, namun situasi berubah drastis ketika massa mulai bertindak anarkis. Untuk mengendalikan situasi, polisi terpaksa mengerahkan mobil water cannon guna membubarkan massa.

Kombes Deny menegaskan bahwa tindakan ini sudah sesuai prosedur demi menjaga ketertiban umum dan mencegah jatuhnya korban.

“Kami sudah berulang kali mengimbau massa agar tertib dan tidak merusak,” ujar Kombes Deny. “Langkah pembubaran diambil karena terjadi pengrusakan pagar gedung DPRD.”

Polda Buka Suara Terkait Video Viral

Pasca kerusuhan, sebuah video viral beredar di media sosial yang menunjukkan seorang demonstran diseret oleh aparat. Menanggapi hal ini, pelaksana harian Kabidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari, menyatakan keprihatinannya.

“Sangat disayangkan penyampaian aspirasi yang dilindungi undang-undang harus berakhir ricuh,” kata AKBP Sugeng. “Kami akan melakukan investigasi untuk membuat terang insiden ini.”

Polda Sulteng juga membuka pintu bagi siapa pun, termasuk korban, untuk melaporkan dugaan kekerasan. AKBP Sugeng menambahkan bahwa insiden tersebut juga menyebabkan beberapa anggota polisi terluka.

“Kami mengucapkan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi untuk perbaikan pengamanan unjuk rasa ke depannya,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, AKBP Sugeng mengajak semua pihak untuk mengutamakan ketertiban. “Sampaikan aspirasi dengan tertib. Pastikan demokrasi tanpa anarki,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x