Hadapi Kemarau, Pemkab Touna Gelar Rakor Lintas Sektor Antisipasi Bencana

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 23 Apr 2026

Ampana, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim kemarau.

Langkah antisipasi ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di ruang rapat Kantor Bupati Tojo Una-Una, Kamis (23/4/2026).

Mewakili Bupati Tojo Una-Una, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Moh. Asrar M. Ali, S.Ag., M.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una tersebut.

Dalam sambutannya, Moh. Asrar menekankan bahwa perubahan iklim global telah membawa dampak nyata bagi wilayah Tojo Una-Una. Musim kemarau yang ekstrem bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan ancaman serius yang dapat memicu rentetan bencana.

“Kemarau panjang dapat menyebabkan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga krisis air bersih yang berujung pada terganggunya ketahanan pangan masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan adalah kunci utama kita dalam meminimalkan risiko,” ujar Asrar di hadapan para peserta rapat.

Asisten II mengingatkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak bekerja sendiri-sendiri. Ia meminta setiap instansi memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing agar saat terjadi situasi darurat, respon yang diberikan bisa lebih cepat dan efektif.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen mulai dari TNI, Polri, dunia usaha, hingga pemerintah tingkat desa untuk menyatukan persepsi. Ia menekankan pentingnya semangat Sivia Patuju (Satu Tujuan) dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah dari ancaman bencana.

“Kita tidak boleh lengah. Selain koordinasi antar-lembaga, edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan. Warga harus dibekali pengetahuan agar tangguh menghadapi situasi darurat,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Moh. Asrar menitipkan pesan agar Rakor ini menghasilkan rencana aksi yang terukur, bukan sekadar seremonial. Ia meminta penguatan sistem peringatan dini agar informasi potensi bencana dapat sampai ke telinga masyarakat secara akurat dan tepat waktu.

“Mari kita susun langkah konkret yang bisa langsung diimplementasikan di lapangan. Ini adalah bentuk pengabdian nyata kita untuk daerah,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, Sigit Labolong, S.STP, M.A.P., unsur Forkopimda, para narasumber, serta jajaran Camat dan Lurah se-Kabupaten Tojo Una-Una.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x