Resmikan Kemandirian Damkarmat, Bupati Ilham Lawidu Pompa Semangat Personel

3 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 09 Mei 2026

Ampana, Sulteng – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) pada Jumat malam, 8 Mei 2026.

Acara syukuran atas resminya Dinas Damkar dan Penyelamatan berdiri sendiri sebagai instansi mandiri berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2025 digelar bersamaan dengan hari ulang tahun Bupati Touna, Ilham Lawidu.

Hadir dalam acara, Ketua DPRD Gusnar A. Suleman, S.E., MM, Wakil Bupati Surya, S.Sos., M.Si., Asisten II Moh. Asrar M. Ali, S.Ag., M.Pd.I, dan Kepala Dinas Damkarmat, Alfred Leonard Lanu, S.H., M.A.P., serta personel Damkar.

Dalam sambutannya yang disampaikan dengan gaya santai, jenaka, namun sarat makna, Bupati Ilham Lawidu menyoroti perjalanan panjang terbentuknya dinas ini hingga kisah di balik terpilihnya kepala dinas yang baru.

Di hadapan Ketua DPRD dan Wakil Bupati, serta para undangan, Bupati Ilham mengungkapkan sebuah cerita menarik saat proses pengisian jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beberapa waktu lalu.

Dari delapan posisi dinas yang kosong, Alfred yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Damkar diberikan kebebasan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk memilih instansi yang ingin dipimpinnya.

Bupati sempat mengira Alfred akan memilih dinas yang berkaitan dengan anggaran atau pendidikan karena latar belakang kemampuannya. Namun, jawaban Alfred justru di luar dugaan.

“Beliau memilih Damkar. Ketika saya tanya alasannya, beliau menjawab bahwa di Damkar, seluruh kegiatannya adalah untuk membantu masyarakat dan bersifat sosial. Tidak ada kepentingan lain di situ,” ungkap Bupati Ilham disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Jiwa sosial dan keberanian personel Damkar bukanlah hal asing bagi Ilham Lawidu. Ia menceritakan bahwa sejak masa remaja hingga dewasa di Poso, ia selalu aktif terlibat dalam aksi sosial pemadaman kebakaran, bahkan meski hanya bermodalkan ember.

“Dinas ini adalah bagian dari cita-cita masa muda saya. Oleh karena itu, berdirinya dinas ini secara mandiri merupakan kebanggaan besar. Saya ingin dinas ini menjadi instansi yang super dan tangguh dalam menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Bupati tidak memungkiri bahwa selama bertahun-tahun, saat fungsi pemadam kebakaran masih menempel di instansi lain (Satpol-PP), sorotan publik kerap kali bernada negatif. Namun, langkah berani memandirikan dinas ini mulai membuahkan respons positif dari masyarakat.

Ia berpesan kepada seluruh personel agar tidak gentar menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan efisiensi saat ini. Menurutnya, tanggapan miring atau keluhan lambatnya penanganan dari luar harus disikapi dengan kepala tegak.

“Biarlah ada suara-suara sumbang di luar sana yang menjatuhkan atau meremehkan kerja keras kalian yang sudah bermandikan keringat. Tetaplah fokus bekerja dan melayani. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” ujarnya menyemangati para personel.

Di akhir sambutannya, Bupati Ilham Lawidu secara khusus menitipkan pesan kepada para istri dan keluarga personel Damkar. Ia menekankan bahwa tugas yang diemban oleh suami atau anggota keluarga mereka adalah tugas mulia yang membutuhkan ketegaran jiwa.

“Tugas ini tidak mudah, butuh jiwa yang tegar, dan kekuatan itu lahir dari dukungan para ibu di rumah. Berikan mereka dorongan agar pantang mundur sebelum padam. Ingat, jaminan dari tugas mulia ini adalah keselamatan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama DPRD Touna berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan fasilitas, armada, dan kapasitas personel Damkar, baik melalui APBD mandiri secara bertahap maupun dengan menjemput anggaran di tingkat provinsi dan pusat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x