Wakapolda Sulteng Instruksikan Jajaran Perkuat Deteksi Dini Antisipasi Gejolak Situasi Global

2 menit membaca
Redaksi
News, Touna - 28 Apr 2026

Palu, Sulteng – Menanggapi dinamika geopolitik global yang kian memanas, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar Apel Gelar Pasukan di lapangan Mako Polda Sulteng, Selasa (28/4/2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Tengah akibat pengaruh situasi internasional.

Apel dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, serta dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi, DPRD Sulteng, Pangdam XXIII/PW, serta jajaran unsur pimpinan instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Wakapolda menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, ketegangan tersebut bukan sekadar isu internasional, melainkan memiliki dampak nyata hingga ke daerah, terutama jika terjadi penutupan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

“Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada perekonomian nasional, mulai dari kenaikan harga BBM, biaya produksi, hingga penurunan daya beli masyarakat. Jika tidak diantisipasi, hal ini berpotensi memicu inflasi dan gejolak sosial di tengah masyarakat,” tegas Brigjen Pol Helmi.

Selain faktor eksternal, Polda Sulteng juga memberikan perhatian khusus pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei mendatang. Kepolisian memprediksi adanya aksi unjuk rasa dengan massa besar yang berisiko menimbulkan kemacetan hingga gangguan stabilitas keamanan.

Untuk itu, Wakapolda menekankan beberapa poin strategis kepada jajarannya untuk mengoptimalisasi Deteksi Dini dengan memperkuat patroli dan pemantauan situasi di lapangan.

Selain itu, Sinergi Lintas Sektoral dengan meningkatkan koordinasi dengan TNI, Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat. Serta mengedepankan tindakan preemtif dan preventif guna mengedukasi warga agar tidak mudah terprovokasi.

Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi.

Ia mengingatkan bahwa di tengah situasi yang dinamis, penyebaran berita bohong (hoaks) sering kali menjadi pemantik keresahan.

“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar Kombes Pol Djoko.

Melalui apel ini, Polda Sulteng memastikan bahwa seluruh personel beserta sarana dan prasarana pendukung telah siap siaga mengawal stabilitas daerah di tengah dinamika global tahun 2026.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *