
Ampana Tete, Sulteng – Bencana angin puting beliung memporak-porandakan sejumlah bangunan di Desa Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, Tojo Una-Una, pada Senin (2/2/2026) siang sekitar pukul 11.30 WITA.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal, termasuk keluarga besar mantan Komisioner KPU Tojo Una-Una.
Rumah milik Ibu Masahida dan Aripin Kadari dilaporkan mengalami kerusakan paling parah. Takdir A. Kalaro, Komisioner KPU periode 2010–2015, mengonfirmasi bahwa salah satu hunian yang luluh lantak adalah milik kakaknya yang selama ini ditempati oleh Ibu Masahida.
“Deretan rumah yang rusak itu adalah milik keluarga kami. Kejadian ini murni musibah yang tidak pernah kita duga sebelumnya,” ujar Takdir saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Keprihatinan mendalam datang dari politisi Partai Golkar, Moh. Abdan Lasawedi. Usai meninjau langsung lokasi bencana, ia meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka adalah saudara kita, dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir memberikan bantuan nyata di saat-saat sulit seperti ini,” tegas Abdan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Touna, Sigit Labolong, memastikan bahwa timnya telah diterjunkan ke lokasi untuk mendata kerusakan dan melakukan penanganan darurat.
Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una hingga BNPB Pusat.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini secara berjenjang ke BNPB RI, BPBD Sulteng, hingga jajaran Forkopimda Tojo Una-Una. Saat ini tim masih di lapangan untuk melakukan monitoring dan pendataan menyeluruh,” jelas Sigit.
Meskipun penanganan awal telah berjalan, para korban kini sangat membutuhkan bantuan berkelanjutan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak berat.
Harapannya, perhatian khusus dari pemerintah daerah dapat mempercepat proses pemulihan agar para korban dapat segera bangkit dari keterpurukan.
Laporan: Budi Dako

Tidak ada komentar