Rabu, 03 Jun 2026

Kesepakatan Bersejarah: Morowali Utara dan Tojo Una-Una Akhiri Polemik Batas Wilayah

2 menit membaca
Redaksi
Morut, Pemerintahan, Touna - 04 Agu 2025

Morowali Utara – Setelah melewati proses panjang yang penuh tantangan, Kabupaten Morowali Utara (Morut) dan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) akhirnya mencapai kesepakatan bersejarah dalam penegasan batas wilayah administratif mereka.

Momen penting ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan berita acara tapal batas oleh kedua kepala daerah, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Morowali Utara pada Senin, 4 Agustus 2025.

Penandatanganan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga langkah krusial untuk merevisi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 9 Tahun 2015. Dengan adanya kesepakatan ini, revisi regulasi tersebut kini memiliki dasar hukum yang sah dan kuat, serta diterima oleh kedua belah pihak.

Mengakhiri Ketidakpastian, Memberi Kepastian Hukum

Bupati Morowali Utara, Dr. Delis Julkarson Hehi, menyambut baik momen ini sebagai catatan sejarah penting. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini membawa kejelasan hukum yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Ini bukan hanya dokumen, tapi sebuah penegasan yang memberikan kepastian hukum mana wilayah Kabupaten Touna dan mana wilayah Kabupaten Morowali Utara,” ujar Delis.

Dengan kejelasan ini, ia berharap pembangunan, pelayanan, dan administrasi dapat berjalan lebih tertib dan terarah.

Senada dengan itu, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini menjawab kegelisahan masyarakat yang selama ini hidup dalam ketidakpastian administratif.

“Kita ingin semua masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perbatasan, mendapatkan kepastian dan rasa aman. Batas wilayah yang jelas akan berdampak langsung pada hak-hak dasar mereka,” terang Ilham.

Bupati Ilham juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap terbuka dari Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Ia melihat kesepakatan ini bukan hanya tentang batas semata, melainkan tentang semangat kebersamaan dan rasa saling menghormati antara kedua daerah.

Jalan Penghubung sebagai Simbol Persaudaraan

Lebih dari sekadar kesepakatan batas, kedua bupati juga menyepakati pembangunan jalan akses penghubung antara wilayah mereka. Keputusan ini didasari kesadaran bahwa masyarakat di beberapa desa perbatasan merupakan masyarakat serumpun dengan hubungan sosial, kekerabatan, dan budaya yang kuat.

Jalan penghubung ini diharapkan menjadi simbol konektivitas dan persaudaraan, yang tidak hanya mempererat kedua wilayah tetapi juga membuka akses baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan lintas daerah.

Dengan adanya penegasan batas ini, diharapkan Morowali Utara dan Tojo Una-Una dapat memulai sinergi pembangunan yang lebih kuat dan produktif di masa depan.

Sumber: Prokopim

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x