Targetkan AirAsia Masuk Ampana, Kadispar Touna Rombak Total Sistem Data Wisatawan

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 28 Jan 2026

Palu, Sulteng– Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin W. Soga, S.Pd., M.AP., menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor di awal tahun 2026 tidak lagi terjebak pada wacana, melainkan berfokus pada aksi konkret.

Hal ini disampaikannya usai melakukan pertemuan strategis dengan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd., di Palu, Senin (26/01/2026).

Didampingi Ketua BPPD Thomas Despin serta jajaran Kabid Pemasaran dan Destinasi, Asrin memaparkan tiga poin krusial yang akan menjadi prioritas transformasi pariwisata Tojo Una-Una (Touna) tahun ini.

Fokus pertama yang disoroti Asrin adalah pembenahan sistem pendataan kunjungan wisata. Selama ini, data resmi dianggap belum mencerminkan angka riil karena hanya mengandalkan Tourism Information Center (TIC).

Faktanya, arus masuk wisatawan ke Kepulauan Togean sangat beragam, mulai dari jalur Gorontalo, Bunta, hingga penggunaan speedboat pribadi melalui Tete B atau Buka-Buka.

“Kami ingin data yang bicara. Mekanisme baru akan dijalankan langsung oleh Dinas Pariwisata dengan memperkuat pendataan di titik-titik paling ramai seperti Pulau Una-Una, Malenge, Kadidiri, dan Buka-Buka. Ini kunci agar kebijakan kita tepat sasaran,” ujar Asrin.

Akurasi data tersebut, menurut Asrin, merupakan senjata utama untuk bernegosiasi dengan maskapai penerbangan. Tujuannya jelas: membuka akses udara langsung rute Makassar – Ampana.

Langkah ini bukan sekadar rencana. Asrin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi kontak personal (PIC) dari maskapai AirAsia yang saat ini tengah berekspansi di Sulawesi Tengah.

“Ibu Kadis Provinsi menegaskan data akurat adalah kunci agar kita bicara dengan maskapai memakai data real, bukan asumsi. Kami akan segera mengundang AirAsia untuk membahas peluang rute ini secara serius,” tambahnya.

Poin terakhir yang menjadi perhatian serius adalah iklim investasi. Asrin menginisiasi pembentukan tim khusus percepatan investasi pariwisata di Tojo Una-Una. Tim ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan memberikan kepastian hukum bagi para calon investor.

“Kami ingin investor merasa aman dan nyaman. Dengan tim ini, urusan perizinan, pertanahan, hingga OSS akan dipercepat. Investor tidak boleh lagi buang waktu berbulan-bulan hanya untuk urusan administrasi,” tegas Asrin.

Melalui sinergi antara Pemkab Touna, BPPD, dan Pemerintah Provinsi, Asrin optimis pariwisata Tojo Una-Una akan bergerak lebih lincah dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *