Lelah Jadi Lillah: Cara Polres Touna Jaga “Senyum” Personel di Tengah Tugas Pengamanan Nataru

2 menit membaca
Redaksi
News, Touna - 27 Des 2025

Ampana, Sulteng – Di saat masyarakat menikmati momen libur panjang akhir tahun, ratusan personel Polri harus berdiri tegak di garis depan pengamanan.

Menyadari beban tugas yang tidak ringan, Polres Tojo Una-Una melakukan langkah unik untuk menjaga semangat anggotanya yakni jemput bola kesehatan mental.

Pada Sabtu (27/12/2025) pagi, suasana di Pos Pengamanan (Pospam) Malotong, Pos Pelayanan (Posyan) Kota, dan Pospam Uebone tampak berbeda.

Kehadiran tim konselor yang dipimpin Kabag Ops AKP Kukuh Edy Purwanto bersama Aipda Noviyanti bukan untuk melakukan inspeksi baris-berbaris, melainkan untuk “merangkul” batin para petugas.

Membawa jargon “Segarkan Pikiranmu, Mental Sehat Kerja Hebat”, tim konselor menciptakan ruang dialog yang santai di tengah kesibukan penjagaan.

Para personel diajak menumpahkan cerita mulai dari tantangan menghadapi arus lalu lintas hingga kerinduan pada keluarga yang ditinggal demi tugas negara.

AKP Kukuh Edy Purwanto menegaskan bahwa stabilitas mental adalah mesin utama di balik pelayanan yang humanis. Menurutnya, personel yang bahagia akan melayani masyarakat dengan jauh lebih maksimal.

“Tugas ini menuntut siaga 24 jam. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sehat fisiknya, tapi juga stabil jiwanya. Kami tanamkan prinsip: biarlah setiap lelah melayani masyarakat ini menjadi lillah (ibadah) dan berkah,” ujar AKP Kukuh dengan hangat.

Langkah proaktif ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi tanpa batas para insan Bhayangkara. Dengan pendekatan yang menyentuh sisi psikologis, solidaritas antaranggota di lapangan terasa semakin solid.

Meski jauh dari rumah, para personel di Pospam Malotong hingga Posyan Kota terpantau dalam kondisi prima dan penuh semangat. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa rasa aman yang dirasakan masyarakat adalah buah dari keikhlasan mereka dalam bertugas.

Melalui pendampingan ini, Polres Tojo Una-Una membuktikan bahwa di balik seragam yang gagah, ada sisi kemanusiaan yang perlu dirawat agar pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan penuh senyuman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x