TRENDING
Rabu, 28 Okt 2026

Pemda Banggai Tetapkan RAD-PG 2025-2029, Fokus Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting

2 menit membaca
Redaksi

Luwuk, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan masyarakat dengan menyelesaikan dokumen strategis Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) 2025-2029.

Dokumen ini akan menjadi panduan operasional lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai, menekan angka stunting, dan meningkatkan status gizi warga.

Pada Seminar Akhir penyusunan RAD-PG di Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan, pada Senin (8/12/2025), Bupati Banggai, Amirudin, menyoroti pentingnya dokumen ini sebagai langkah integrasi program di berbagai sektor mulai dari pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

“Melalui dokumen ini, tanggung jawab kita tidak hanya sebatas menyediakan pangan, tetapi juga memastikan pangan tersebut terjangkau, bergizi, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Bupati Amirudin.

RAD-PG ini dirancang untuk selaras dengan program nasional Asta Cita Presiden RI dan program prioritas Pemkab Banggai, Gerbang Pangan.

Penyusunan RAD-PG, yang dimulai sejak awal Oktober 2025, merupakan hasil kolaborasi intensif antara Pemda Banggai dan Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) dan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dr. Ir. Sugiarto, S.Pt., M.P.,IPM, Ketua tim penyusunan RAD-PG, menyampaikan harapannya agar Kabupaten Banggai dapat segera mengembangkan satu produk unggulan berbasis pangan lokal.

“Kami berharap Banggai akan memiliki produk pangan lokal yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil, dan yang terpenting, mudah dijangkau khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi,” jelas Sugiarto.

Bupati Amirudin mengakhiri sambutannya dengan mengajak seluruh perangkat daerah dan pihak terkait untuk bekerja sama dan berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan RAD-PG.

“Setiap kontribusi sekecil apapun sangat berarti dalam upaya kita menjamin masa depan pangan dan gizi yang lebih baik bagi masyarakat,” tutupnya.

Seminar ini turut dihadiri oleh Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Banggai, Emil Syachrul, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x