TRENDING
Senin, 27 Jul 2026

Tingkatkan IKD, BPBD Banggai Latih Petugas dan Masyarakat Melalui Simulasi

2 menit membaca
Redaksi
Banggai, News, Pemerintahan - 04 Des 2025

Luwuk, Sulteng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai melaksanakan simulasi lapangan penanganan bencana pada hari Kamis (4/12/2025).

Kegiatan yang berlokasi di area perkantoran Bukit Halimun, Luwuk Selatan, ini bertujuan untuk menguji dan memvalidasi Rencana Kontingensi (Renkon) dan Rencana Penanganan Kedaruratan Bencana yang telah disusun.

Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, memimpin apel gelar pasukan, peralatan, dan kesiapsiagaan simulasi bencana banjir dan gempa bumi tersebut. Dalam sambutannya, Wabup Furqanuddin menekankan bahwa penyusunan dokumen renkon dan rencana penanganan kedaruratan merupakan langkah penting.

“Penyusunan dokumen renkon dan rencana penanganan kedaruratan bencana merupakan langkah konkret untuk menyelamatkan manusia, menjaga keberlanjutan ekonomi, dan mempertahankan stabilitas pelayanan pemerintahan,” tegas Wabup.

Untuk mewujudkan Banggai sebagai “daerah tangguh bencana,” diperlukan tiga komponen utama: perencanaan yang jelas dan terukur, koordinasi lintas lembaga yang efektif, serta SDM yang terlatih dan mampu mengambil keputusan cepat dan tepat.

Menurut Wabup Furqanuddin, kegiatan gladi simulasi ini secara khusus dirancang untuk menguji dan menyempurnakan ketiga komponen tersebut.

Simulasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, PMI, dan para relawan. Keterlibatan multisektor ini krusial untuk memetakan peran dan tanggung jawab setiap lembaga dalam situasi darurat.

“Dengan demikian, setiap aktor penanggulangan bencana akan tahu apa yang harus dilakukan. Bukan bekerja secara sektoral, tetapi terintegrasi sebagai satu kesatuan penanganan darurat,” ujar Wakil Bupati.

Diharapkan, adanya renkon ini dapat mendorong budaya keselamatan dan mitigasi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, dan relawan.

Kepala BPBD Banggai, Fery Sujarman, menjelaskan bahwa proses penyusunan renkon telah melalui serangkaian kegiatan, seperti workshop sosialisasi, focus group discussion (FGD), dan table top exercise (TTX).

“Dalam kegiatan inilah kita menguji renkon yang telah disusun berdasarkan hasil kegiatan FGD penyusunan renkon yang dilaksanakan pada 6 November lalu,” kata Fery Sujarman.

Fery menambahkan bahwa penyusunan renkon ini adalah upaya BPBD untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Melalui simulasi, masyarakat dan petugas dilatih dan diberikan pemahaman yang mendalam mengenai langkah-langkah yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah bencana.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x