Kadis Kesehatan Tojo Una-Una Angkat Bicara Soal Evakuasi Jenazah Pakai Motor: Jadi Bahan Evaluasi Serius

3 menit membaca
Redaksi
Kesehatan, News, Touna - 16 Jan 2026

Ampana, Sulteng – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan unggahan viral mengenai jenazah seorang warga di Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, yang terpaksa dievakuasi menggunakan sepeda motor rakitan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB), dr. Niko, S.Ked., M.KM., M.H., memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan kronologi kejadian yang menimpa almarhumah Ny. Wita Ladi, warga Dusun Paria, Desa Uematopa.

Membuka pernyataannya, dr. Niko menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Ia menegaskan bahwa pihak dinas sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa keluarga Sarlin Bunta tersebut.

“Sebagai pelayan masyarakat, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar dr. Niko dalam keterangan resminya, Jumat (16/01/2026).

Pihak Dinkes menjelaskan bahwa tenaga kesehatan (nakes) di Desa Uematopa sebenarnya telah berupaya proaktif. Ny. Wita diketahui sempat mendapatkan layanan posyandu pada awal kehamilannya. Namun, karena posisi pasien yang tinggal jauh di area perkebunan, petugas medis kesulitan melakukan pemantauan rutin hingga menjelang persalinan.

Saat kondisi pasien memburuk, bidan desa segera meminta keluarga membawa pasien ke titik pemukiman yang terjangkau kendaraan. Perjalanan dari Dusun Paria menuju puskesmas memakan waktu total sekitar 6 jam (4 jam perjalanan darat dari dusun dan 2 jam menuju puskesmas).

“Pasien tiba di Puskesmas dalam kondisi kesadaran menurun dan langsung masuk kategori triase merah (prioritas utama). Sempat ada perbaikan kondisi, sehingga diputuskan untuk dirujuk ke RSUD Ampana,” jelas dr. Niko.

Terkait penggunaan motor untuk membawa jenazah, dr. Niko membeberkan bahwa saat itu ambulans puskesmas sedang digunakan untuk merujuk pasien gawat darurat lainnya ke RSUD Ampana.

Pihak puskesmas sebenarnya telah menyarankan keluarga untuk menunggu ambulans kembali agar jenazah bisa diantar dengan layak. Namun, karena hari sudah sore dan keluarga ingin segera sampai di rumah duka, warga bersama keluarga berinisiatif menggunakan motor rakitan tersebut.

“Mobil yang tersedia saat itu secara fisik tidak memungkinkan untuk mengangkut jenazah ke medan Dusun Paria, sehingga pihak keluarga memilih menggunakan motor rakitan agar lebih cepat,” tambahnya.

Menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi, Pemkab Tojo Una-Una menegaskan komitmennya untuk memperkuat program Mobil Sehat dan Home Care. Program ini dirancang agar tenaga kesehatan dapat melakukan kunjungan rumah secara proaktif, terutama bagi warga di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Kami sangat menghargai kontrol sosial dari masyarakat melalui media sosial. Ini adalah masukan berharga. Kedepan, kami berkomitmen membangun sistem yang lebih responsif dengan pola ‘jemput bola’ agar pelayanan kesehatan lebih manusiawi dan berkeadilan bagi seluruh warga, termasuk di pelosok,” tutup dr. Niko.

Saat ini, Pemkab juga terus berupaya menambah jumlah armada Mobil Sehat secara bertahap guna memastikan mobilitas pelayanan kesehatan tidak lagi terkendala di masa mendatang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *