
Ampana, Sulteng — Kunjungan kerja (Kunker) Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, M.Si., dan Wakil Gubernur, dr. Reny Arniawati Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., ke Kabupaten Tojo Una Una (Touna) dimanfaatkan oleh Bupati Ilham Lawidu untuk menyampaikan ‘curhat’ mengenai masalah mendasar daerahnya.
Di Auditorium Kantor Bupati pada Jumat (14/11/2025), Bupati Ilham Lawidu secara blak-blakan menyoroti keterbatasan anggaran dan desakan perbaikan infrastruktur.
Bupati Ilham membuka sambutannya dengan isu yang paling sensitif yakni kondisi keuangan daerah. Ia mengakui bahwa anggaran Touna tahun 2025, yang merupakan hasil reformasi anggaran, saat ini hanya berada di level “dicukup-cukupkan”.
Kekhawatiran semakin besar karena ada sinyal bahwa alokasi anggaran Touna dikabarkan akan kembali dipangkas pada tahun 2026.


Untuk mencairkan suasana dan memperkuat desakannya, Bupati Ilham melempar analogi yang disambut meriah hadirin. Ia mengibaratkan Touna sebagai “anak bungsu” di antara kabupaten/kota di Sulteng.
“Saya mengibaratkan Kabupaten Tojo Una Una adalah anak bungsu, biasanya anak bungsu itu paling disayang, berarti anggaran lebih besar,” ujar Bupati Ilham, menyiratkan harapan agar Pemprov memberikan perhatian finansial yang lebih besar.
Selain dana, Bupati Ilham juga meminta intervensi Gubernur terkait perbaikan infrastruktur jalan. Ia menyoroti kondisi jalan di Kecamatan Una Una dan Kecamatan Batudaka.
Menurutnya, akses di dua wilayah tersebut harus segera ditangani oleh Pemprov Sulteng karena vital bagi kelancaran mobilitas warga dan peningkatan ekonomi lokal.
Kunker yang dihadiri pejabat tinggi daerah seperti Wakil Bupati Surya, S.Sos., M.Si., Sekda Alfian Matejeng, serta unsur Forkopimda Touna, Staf Ahli Gubernur, Pimpinan OPD, dan Kepala Desa se-Kabupaten Touna ini diakhiri dengan agenda penyerahan bibit kelapa unggulan sebagai bagian dari program kerja Pemprov Sulteng.


Tidak ada komentar