
Palu, Sulteng – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah memastikan penyelidikan kasus kematian Afif Siraja, yang ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada 19 Oktober 2025, akan berjalan profesional dan transparan.
Jaminan ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Tjahjono, dalam konferensi pers di Palu pada Jumat (31/10/2025). Acara ini menunjukkan keterbukaan proses, karena turut dihadiri oleh perwakilan keluarga dan pengacara korban.
Pengacara keluarga korban, Mohamad Natsir Said, menyampaikan harapan agar Polda memberikan kejelasan penyebab kematian dan terus berkomunikasi aktif dengan keluarga.
Natsir juga menyoroti satu kendala signifikan yaitu iPhone milik korban yang merupakan barang bukti kunci, namun sudah hampir dua minggu belum bisa diakses penyidik. Keluarga menyarankan agar HP tersebut segera dikirim ke Puslabfor Mabes Polri.

Menanggapi permintaan tersebut, Kombes Djoko Tjahjono menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan keluarga sudah dilakukan sejak awal, termasuk penyerahan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
Terkait barang bukti, Kombes Djoko menjelaskan bahwa penyidik telah berhasil membuka dua HP Samsung milik korban. Namun, iPhone tersebut menjadi tantangan.
Polda berupaya keras membukanya tanpa menghilangkan data penting yang ada di dalamnya, karena upaya paksa akan menghapus semua informasi. Pihak Polda bahkan sudah mengundang teknisi di Palu, namun belum ada yang berhasil.
Hingga saat ini, penyelidikan telah melibatkan pemeriksaan terhadap 20 saksi dari keluarga dan rekan korban.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, Polda Sulteng telah mengirimkan organ tubuh korban ke Laboratorium Forensik di Makassar karena fasilitas forensik tidak tersedia di Polda setempat. Hasil labfor diperkirakan keluar dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Sebagai informasi tambahan, Zainudin, kakak almarhum, memberikan petunjuk penting yaitu Afif Siraja memiliki kebiasaan selalu mengunci pintu rumah dari dalam setiap kali ia berada di rumah.
Penyelidikan dipastikan berjalan transparan. Kombes Djoko Tjahjono mengimbau pihak keluarga dan rekan korban yang memiliki informasi tambahan sekecil apa pun untuk segera menghubungi penyidik agar misteri kematian Afif Siraja dapat segera terungkap tuntas.


Tidak ada komentar