Kelola Demografi Baik, Tojo Una-Una Pasti Maju Pesat

2 menit membaca
Redaksi
Pemerintahan, Touna - 30 Okt 2025

Sorotan Pembangunan Daerah, Dr. Alimudin: Bonus Demografi Jadi Kunci Kemajuan Tojo Una-Una!

Ampana, Sulteng – Isu kependudukan kini menjadi sorotan strategis yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una. Dalam acara penting Internalisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dan Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025, Asisten Bidang Administrasi Umum, Dr. Alimudin Muhammad S.T M.Si, menegaskan bahwa mengelola isu kependudukan dengan baik adalah kunci bagi kemajuan daerah.

Acara yang berlangsung pada Kamis (30/10/2025) di Balai Penyuluhan KB Ratolindo ini, menjadi forum vital bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan.

Peluang Emas Bonus Demografi

Dalam sambutannya yang bersemangat, Dr. Alimudin Muhammad menyoroti posisi Indonesia, termasuk Tojo Una-Una, yang sedang berada di fase Bonus Demografi.

“Indonesia saat ini sedang berada dalam fase bonus demografi, yaitu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari usia non produktif. Hal ini menjadi peluang luar biasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, dan kemajuan daerah, termasuk di Kabupaten Tojo Una Una,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa fase ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong lompatan pembangunan di berbagai sektor.

GDPK dan PJPK: Panduan Aksi Nyata

Dr. Alimudin juga menjelaskan peran krusial dari dua dokumen perencanaan, yakni GDPK dan PJPK. Menurutnya, GDPK adalah rancangan besar yang memandu pemerintah daerah dalam pengelolaan isu kependudukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

Sementara itu, Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025-2029 merupakan instrumen operasional yang akan menjadi pedoman implementasi kebijakan GDPK di lapangan.

Tantangan Daerah: Kesenjangan dan Lapangan Kerja

Meskipun memiliki potensi SDM yang besar, Dr. Alimudin tidak memungkiri bahwa Tojo Una-Una masih menghadapi sejumlah tantangan serius.

“Kita juga dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan kesehatan, kesenjangan antara wilayah darat dan kepulauan, serta terbatasnya lapangan kerja bagi angkatan muda,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, ia menutup sambutannya dengan seruan untuk bersinergi.

“Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan, saya yakin Tojo Una-Una dapat menjadi bagian dari daerah yang berkontribusi penting dalam pencapaian tujuan pembangunan kependudukan nasional,” tutupnya penuh optimisme.

Kehadiran para tokoh penting, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Calvenny Soriton dan Kepala Dinas Kesehatan Dr. Ndiko S.Ked., M.K.M., menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una untuk menjadikan kependudukan sebagai titik sentral pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *