TRENDING
Senin, 27 Jul 2026

Ketua FKUB Sulteng Dorong Penguatan Pesantren: Santri Aset Vital Bangsa

2 menit membaca
Redaksi
Sosial Ekonomi, Touna - 23 Okt 2025

Palu, Sulteng — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, menyoroti peran sentral dan strategis santri dalam kemajuan bangsa dan pemeliharaan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Guru Besar Pemikiran Islam UIN Datokarama Palu ini menjelaskan bahwa peran santri telah melampaui citra tradisionalnya sebagai ahli kitab kuning.

Santri masa kini, menurut Prof. Zainal, adalah sosok yang adaptif terhadap perkembangan zaman, cakap dalam ilmu agama, dan sekaligus aktif mengisi berbagai ruang kehidupan sosial masyarakat. Mereka adalah pemberi warna bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia.

Kekuatan Moral dan Toleransi

Dalam lingkup keagamaan, Prof. Zainal menegaskan bahwa santri menempati posisi garda terdepan dalam menjaga toleransi antarumat beragama. Pendidikan dari para kiai yang menanamkan cinta tanah air dan pandangan keagamaan yang moderat menjadi fondasi moral dan kekuatan vital yang memperkokoh persatuan nasional.

“Santri adalah perekat kehidupan berbangsa. Ajaran kiai yang menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air sudah terbukti melahirkan generasi yang siap menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menyongsong Indonesia Emas 2045

Prof. Zainal juga menyoroti karakteristik utama santri, yaitu perpaduan antara ilmu pengetahuan dan budi pekerti yang luhur (akhlak).

Ciri khas ini menjadi modal utama yang membuat santri siap menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045. Ilmu dan akhlak harus berjalan beriringan sebagai identitas sejati seorang santri.

Mengakhiri pernyataannya, ia menyampaikan harapan besar agar pemerintah meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap pesantren dan peran santri. Menurutnya, pesantren dan santri adalah aset besar dan modal utama bagi kemajuan peradaban manusia Indonesia di masa depan.

“Negara perlu terus memperkuat dukungan agar pesantren semakin berdaya,” pungkasnya, menekankan pentingnya investasi berkelanjutan pada institusi pendidikan Islam tradisional ini.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x