TRENDING
Rabu, 28 Okt 2026

Inovasi Lokal Tojo Una-Una: Wakil Bupati Resmikan Rumah Produksi Cemilan Gula Tapo Togean di Desa Bomba

2 menit membaca
Redaksi

Batudaka, Tojo Una Una – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Pada Selasa (15/7/25), Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, secara resmi meresmikan Rumah Produksi sekaligus meluncurkan cemilan Gula Tapo Togean di Desa Bomba, Kecamatan Batudaka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Surya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras Kelompok Nelayan Marginal Desa Bomba. Menurutnya, peluncuran produk olahan unggulan ini merupakan bagian integral dari gerakan pemberdayaan ekonomi pesisir.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat dan semua pihak yang telah bersinergi mewujudkan lahirnya Gula Tapo Togean. Ini bukan sekadar makanan ringan, tapi simbol transformasi sosial dan ekonomi di desa pesisir,” ujar Surya.

Hj. Surya menambahkan bahwa kehadiran Rumah Produksi Gula Tapo adalah bukti nyata keseriusan masyarakat dalam membangun rantai nilai yang berkelanjutan. Proses produksi, mulai dari penyadapan nira, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran, semuanya melibatkan warga lokal secara aktif.

“Desa Bomba adalah contoh nyata bagaimana kekuatan musyawarah, inovasi lokal, dan semangat gotong royong bisa melahirkan dampak besar. Kita butuh lebih banyak desa seperti ini,” tegasnya.

Pemerintah Daerah juga akan memastikan bahwa produk Gula Tapo Togean akan didorong untuk masuk dalam skema pembinaan usaha mikro oleh dinas terkait, dengan tujuan meningkatkan kualitas, kuantitas, dan daya saingnya. Gula Tapo Togean diharapkan tidak hanya menggerakkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat identitas kuliner lokal yang lestari dan bernilai tinggi.

Wakil Bupati Surya secara khusus menginstruksikan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Dinas Pariwisata untuk mengambil peran aktif.

“Produk ini bukan hanya untuk pasar lokal, tetapi dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Togean yang membanggakan,” tegasnya.

Surya menilai, semangat yang ditunjukkan oleh Kelompok Nelayan Marginal Desa Bomba patut menjadi teladan. Keberhasilan mereka merancang Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk pengelolaan produksi Gula Tapo secara berkelanjutan menandai adanya gerakan ekonomi dari bawah yang solid dan terstruktur.

“Desa ini telah menyalakan api inspirasi. Besar harapan kami, Bomba bisa menjadi model pemberdayaan ekonomi komunitas yang menyala di seluruh gugus Kepulauan Togean,” tutupnya.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan perwakilan lembaga pendukung.

Sumber: Diskominfo Touna

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x