TRENDING
Jumat, 11 Sep 2026

Sekda Touna Tekankan Nilai Spiritual di Malam Perayaan Lebaran Ketupat di Uentanaga Atas

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 30 Mar 2026

Ampana, Sulteng – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P., secara resmi membuka perayaan Lebaran Ketupat 1447 H di Lingkungan 2, Kelurahan Uentanaga Atas, Kecamatan Ratolindo, Minggu (29/3/2026) malam.

Kehadiran Sekda yang mewakili Bupati Tojo Una-Una ini disambut hangat oleh sekitar 1.500 warga yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Alfian Matajeng memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara dan masyarakat setempat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia yang telah memberikan ruang bagi kita semua untuk bertemu dan bersilaturahmi dalam acara halal bihalal ini,” ujar Alfian.

Sekda menekankan bahwa Lebaran Ketupat memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam. Ia menyebut tradisi ini sebagai bukti nyata bahwa masyarakat Touna senantiasa menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan hidup dalam kedamaian tanpa memandang perbedaan.

“Malam ini bukan hanya momen meriah dalam tradisi budaya kita, tetapi juga mengandung nilai spiritual. Tradisi halal bihalal adalah bukti bahwa bangsa kita menghargai kedamaian,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rusli Awali dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten, baik dalam bentuk pembinaan maupun anggaran, sehingga acara yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat Lingkungan 2 ini dapat terlaksana dengan khidmat.

Acara yang dimulai pukul 21.30 Wita tersebut berlangsung meriah dengan suguhan tarian tradisional dan ditutup dengan sesi santap ketupat bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Tojo Una-Una Gusnar A. Suleman, Kadis Pariwisata Asrin W. Soga, Wakapolres Kompol Mulyadi, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat setempat.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x