
Ampana, Sulteng – Organisasi Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Tojo Una-Una akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) perdana di Marina Cottage Ampana pada 1 Oktober 2025.
Acara ini bukan hanya pertemuan internal, tetapi juga menjadi ajang penting dengan kehadiran Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, yang akan memimpin seminar nasional.
Muscab ini bertujuan mengukuhkan pengurus DPC PJS Tojo Una-Una, sementara seminar nasional akan berfokus pada isu krusial: “Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Menghadapi Wartawan Gadungan.”
Seminar ini merupakan respons PJS terhadap maraknya “wartawan bodrek” atau wartawan tak resmi yang meresahkan aparatur pemerintah. Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP PJS, Budi Dako, menekankan pentingnya kewaspadaan.

“Sebelum memberikan informasi, pastikan wartawan membawa identitas resmi, seperti kartu pers atau surat tugas yang sah. Jika ragu, cek langsung ke organisasi pers terkait,” tegas Budi.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah dan organisasi pers sangat penting untuk mengawasi dan memerangi praktik ilegal ini.
Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, mengungkapkan bahwa Muscab dan seminar ini adalah momentum bagi PJS untuk menjaga kualitas jurnalistik dan martabat pers di Tojo Una-Una.
“PJS hadir untuk memastikan setiap wartawan kompeten dan dapat dipercaya dalam menyebarkan informasi,” ujar Mahmud.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Tojo Una-Una, DPC PJS berharap dapat melahirkan jurnalisme yang kredibel, berkontribusi positif bagi masyarakat, dan turut serta dalam pembangunan daerah.##

Tidak ada komentar