Rabu, 03 Jun 2026

Dukungan Meluas, Pabrik Sawit di Tojo Una-Una Siap Perkuat Ekonomi dan Energi

2 menit membaca
Redaksi

Ampana, Sulteng – Rencana pembangunan pabrik minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Kabupaten Tojo Una-Una mendapatkan lampu hijau dari berbagai lini.

Pemerintah daerah, legislatif, hingga tokoh masyarakat kini bersatu suara mendorong realisasi investasi tersebut demi menggenjot ekonomi lokal dan mendukung ketahanan energi nasional.

Ketua DPRD Tojo Una-Una, Gusnar A. Suleman, menegaskan bahwa pengembangan industri pengolahan sawit adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah komoditas di tingkat daerah.

“Ini langkah penting untuk mendorong hilirisasi industri sawit sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Gunar usai rapat paripurna di Gedung DPRD Tojo Una-Una, Selasa (31/3/2026).

Ia juga mengapresiasi kebijakan Bupati Ilham Lawidu dalam membuka keran investasi. Menurutnya, langkah ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi.

Pabrik yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Ulubongka ini diproyeksikan menjadi mesin baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyerap tenaga kerja lokal.

Bupati Ilham Lawidu menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi investor yang serius memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Pemerintah daerah mendukung investasi yang memberi nilai tambah bagi hasil perkebunan rakyat. Kami ingin petani punya akses pasar yang lebih dekat dan efisien,” jelas Ilham.

Senada dengan Bupati, tokoh masyarakat Mohamad Abdan Lasawedi menilai pabrik ini adalah solusi atas hambatan logistik yang selama ini dialami petani. Dengan adanya pabrik lokal, rantai distribusi menjadi lebih pendek dan harga jual TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat petani diharapkan lebih kompetitif.

Dari sisi administratif, Kepala DPMPTSP Touna, Marni Mangun, memastikan bahwa payung hukum investasi ini sudah siap. Ia mengonfirmasi bahwa seluruh perizinan untuk PT Agri Asia Abadi telah terpenuhi.

Untuk mendukung keberlanjutan industri ini, Dinas Perkebunan juga telah memetakan potensi lahan yang tersebar di beberapa titik yakni, Kecamatan Ulubongka, Kecamatan Ampana Kota, dan Kecamatan Ratolindo

Kepala Dinas Perkebunan, Mahdi, mengungkapkan bahwa potensi lahan mencapai puluhan ribu hektare. Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah bahkan telah memulai program pembibitan unggul di Desa Sansarino untuk memastikan petani mendapatkan bibit berkualitas tinggi.

Selain urusan perut dan ekonomi, kehadiran pabrik CPO ini diharapkan mampu menyuplai bahan baku biodiesel. Hal ini dipandang sebagai kontribusi nyata dari Sulawesi Tengah dalam mengurangi ketergantungan negara terhadap impor bahan bakar fosil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Agri Asia Abadi masih dalam upaya konfirmasi terkait detail teknis mulainya pembangunan fisik pabrik tersebut. (Budi Dako)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x