Selasa, 02 Jun 2026

Bukan Kaleng-Kaleng! Aksi Nyata Bupati Ilham Lawidu Eksekusi Program Asta Cita di Touna

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 23 Feb 2026

Ampana, Sulteng – Komitmen Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H. dalam mengimplementasikan program “Asta Cita” Presiden Prabowo Subianto mulai membuahkan hasil nyata.

Melalui terobosan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT), Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berupaya memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini bukan sekadar bantuan sekolah biasa. SRT dirancang secara holistik sebagai wujud pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025. Selain fasilitas pendidikan dasar hingga menengah, program ini juga mencakup asrama, bantuan sosial, hingga perbaikan rumah tidak layak huni bagi orang tua siswa.

Bupati Ilham Lawidu menegaskan bahwa SRT hadir untuk memberikan standar hidup yang lebih baik bagi warga Tojo Una-Una. Saat ini, SRT telah menampung 100 siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang terbagi dalam empat rombongan belajar.

“Sekolah Rakyat dilengkapi asrama dan menyediakan pendidikan yang terintegrasi dengan pemberdayaan sosial,” ujar Bupati saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kajulangko beberapa waktu lalu.

Senada dengan Bupati, Sekda Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, memastikan bahwa kenyamanan siswa di asrama menjadi prioritas utama. Usai melaksanakan salat tarawih di Pondok Taliban, Minggu (22/2/2026), Alfian menjelaskan bahwa fasilitas pendukung terus ditingkatkan.

“Fasilitas mulai dari ruang belajar, perpustakaan, hingga layanan kesehatan terus kami lengkapi. Sekolah Rakyat bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang untuk memulihkan kepercayaan diri anak-anak kita,” tutur Alfian.

Untuk keberlanjutan program, Pemkab Tojo Una-Una telah menyiapkan langkah strategis dengan menyediakan lahan seluas 9 hektar lebih di Desa Betaua, Kecamatan Tojo.

Alfian menyebutkan seluruh dokumen legalitas, mulai dari sertifikat lahan, AMDAL, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), telah rampung.

Targetnya, pada tahun ini bangunan permanen Sekolah Rakyat sudah bisa berdiri di lokasi tersebut untuk menampung lebih banyak anak-anak yang membutuhkan.

Langkah berani Bupati Ilham Lawidu ini juga mendapat apresiasi luas dari berbagai tokoh politik dan masyarakat Tojo Una-Una, di antaranya Moh. Abdan Lasawedi, Nurlan Bagenda, dan Ridwan Tawalili.

Mereka menilai program ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah selaras dengan visi nasional Presiden Prabowo.

“Ini adalah jembatan penyambung mimpi bagi keluarga kurang mampu di daerah ini. Ini bukti nyata, bukan sekadar janji,” tegas Ridwan Tawalili.

Dengan landasan hukum yang kuat, termasuk Pepres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN, Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan menjadi model pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah. (Budi Dako)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x