
Parigi, Sulteng – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (5/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan cepat di tengah kondisi medan yang sulit.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., Kadis Kominfo Hairudin, serta tim gabungan dari berbagai instansi.
Bupati Erwin mengungkapkan, kendala utama dalam pemadaman saat ini adalah akses geografis. Kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api yang berada di ketinggian, sementara cuaca panas dan angin kencang membuat api rawan meluas.
“Kendaraan tidak bisa naik ke atas. Saat ini warga masih bahu-membahu memadamkan api secara manual menggunakan jerigen. Kondisi ini tentu membahayakan jika api tiba-tiba membesar,” ujar Erwin di lokasi kejadian.

Sebagai solusi jangka pendek, Bupati menginstruksikan pengadaan mesin pompa air (alkon) untuk mempercepat proses pemadaman. Rencananya, air akan diambil dari aliran terdekat, ditampung, kemudian dialirkan menggunakan selang panjang menuju titik-titik api.
Selain upaya pemadaman, Bupati Erwin juga memberikan perhatian serius pada kerugian materiil yang diderita petani. Ia menemukan fakta bahwa banyak lahan perkebunan warga yang hangus, termasuk lahan produktif seluas 10 hektar yang sudah siap panen.
“Saya sudah tugaskan Sekda untuk memerintahkan Camat dan Kepala Desa segera mendata kebun masyarakat yang terdampak. Berapa luasannya, siapa pemiliknya, dan tanaman apa saja yang rusak. Pemerintah daerah harus hadir memberikan bantuan karena ini adalah kerugian besar bagi ekonomi warga,” tegasnya.
Langkah responsif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak Karhutla di wilayah Parigi Utara, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat terkait penanganan pascabencana.
Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong


Tidak ada komentar