
Ampana, Sulteng – Kepemimpinan Bupati Ilham Lawidu, S.H. dan Wakil Bupati Surya, S.Sos., M.Si. di Kabupaten Tojo Una-Una mulai membuahkan hasil nyata dalam sektor ekonomi.
Angka kemiskinan di daerah tersebut mencatatkan penurunan signifikan, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan daerah lain di wilayah sekitar.
Kepala Bapperida Tojo Una-Una, Muhamad Arsyad, M.Si. mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Tojo Una-Una merosot dari 16,36% pada tahun 2024 menjadi 14,67% pada tahun 2025.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, penurunan di Tojo Una-Una sangat menggembirakan. Ini merupakan salah satu pencapaian tertinggi,” ujar Arsyad, Selasa (27/1/2026).

Keberhasilan ini tidak lepas dari enam pilar utama yang dijalankan oleh pemerintah daerah gunamemastikan intervensi berjalan efektif. Yang pertama adalah pemanfaatan DTKS dan Regsosek memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar.
Yang kedua adalah Bantuan Sosial Terarah, dengan penyaluran PKH dan bantuan pangan yang konsisten. Yang ketiga, Pemberdayaan Ekonomi yaitu penguatan modal melalui Program Mekaar, Bank Wakaf Mikro, serta dukungan industri padat karya.
Keempat, Pembangunan Infrastruktur Dasar yang fokus pada akses air bersih, sanitasi, dan hunian layak bagi warga prasejahtera. Kelima, Peningkatan SDM dengan Program ‘Sekolah Rakyat’ dan pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja siap pakai.
Dan yang terakhir adalah Sinergi Sistem dengan meningkatkan kolaborasi lintas sektor melalui sistem SEPAKAT untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
Meski mengakui adanya keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap optimistis tren positif ini akan berlanjut di tahun 2026. Fokus utama ke depan adalah memperbaiki posisi Tojo Una-Una yang saat ini berada di peringkat ke-13 dalam statistik kemiskinan di tingkat provinsi.
“Kami optimis mampu terus menurunkan angka kemiskinan dan memperbaiki peringkat daerah kita menjadi lebih baik lagi,” tutup Arsyad.
Laporan: Budi Dako


Tidak ada komentar