
Palu, Sulteng – Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), Thomas Despin, melakukan pertemuan strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (27/01/2026).
Hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin W. Soga, S.Pd., M.AP., pertemuan ini menandai langkah awal sinkronisasi program promosi daerah dengan kebijakan pengembangan ekonomi inklusif dari bank sentral.
Ketua BPPD, Thomas Despin, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan agenda pembahasan kolaborasi konkret untuk tahun 2026. Thomas mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai peran vital Bank Indonesia dalam pembangunan daerah.
“Pertemuan ini membuka pemahaman saya bahwa peran Bank Indonesia jauh lebih luas dari sekadar urusan moneter. Selain mandat utamanya, BI menjalankan berbagai program penguatan UMKM dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui peningkatan kapasitas dan akses pasar,” ujar Thomas.

Menurutnya, pendekatan BI sangat relevan dengan kebutuhan Tojo Una-Una saat ini. BPPD siap mengambil peran sebagai penghubung (hub) agar program-program tersebut terserap langsung oleh pelaku industri di lapangan.
Salah satu poin krusial yang ditekankan Thomas adalah urgensi menghubungkan UMKM secara langsung dengan ekosistem pariwisata, khususnya pasar mancanegara dan domestik yang ada di destinasi unggulan.
“Resort dan destinasi wisata harus menjadi etalase bagi produk lokal. Dengan cara ini, UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas karena mendapatkan akses langsung ke tamu-tamu internasional,” tambahnya.
Thomas memberikan contoh nyata yang sudah mulai berjalan, yakni Togean Naturale. Produk hasil kolaborasi Sihkami Denting bersama kelompok ibu-ibu di Desa Tumbulawa tersebut kini telah dipasarkan di sejumlah resort di Kepulauan Togean.
“Ini bukti nyata bahwa ketika UMKM dan pariwisata disambungkan dengan benar, dampaknya langsung terasa. Kami ingin pola seperti ini diperluas dan diperkuat melalui dukungan perbankan dan kebijakan daerah,” tegasnya.
Mengakhiri diskusi tersebut, Thomas meyakini bahwa pola pikir terbuka dan kolaboratif antar-instansi adalah kunci utama dalam memperkuat ekonomi daerah.
Dengan sinergi antara BPPD, Dinas Pariwisata, dan Bank Indonesia, diharapkan tahun 2026 menjadi tahun akselerasi bagi para pelaku UMKM dan Pokdarwis di Tojo Una-Una untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai pasok pariwisata global.

Tidak ada komentar