Keren! Bupati Delis Bagikan Kunci Sukses Morowali Utara Raih UHC di Depan Pakar Kedokteran Unhas

2 menit membaca
Redaksi
Kesehatan, Morut, News, Pemerintahan - 25 Jan 2026

Makassar, Sulsel – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, kembali ke almamaternya untuk berbagi inspirasi. Alumni angkatan 1995 ini hadir sebagai narasumber dalam Pertemuan Ilmiah Berkala memperingati Dies Natalis ke-70 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Makassar, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ilmiah yang mengusung tema “AI in Medicine: Opportunity or Threat?” ini menjadi wadah diskusi bagi para pakar, akademisi, dan praktisi kesehatan untuk membedah masa depan dunia medis di tengah pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan (AI).

Dalam laporannya, Ketua Panitia Prof. Dr. dr. Prihantono menekankan bahwa forum ini penting untuk memetakan implikasi AI terhadap praktik kedokteran dan sistem pelayanan kesehatan masa depan. Hal senada diungkapkan Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, yang menyatakan bahwa adaptasi teknologi adalah keniscayaan, namun tetap harus menjunjung tinggi etika dan keselamatan pasien.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, saat membuka acara secara resmi, juga mengingatkan pentingnya perguruan tinggi merespons transformasi digital secara adaptif dan bertanggung jawab.

Momen yang paling menyedot perhatian adalah “Sesi Inspirasi” yang menghadirkan sejumlah kepala daerah berlatar belakang dokter. Bupati Delis, yang hadir didampingi istri tercinta, Febriyanthi Hongkiriwang (Anggota DPD RI Dapil Sulteng), memaparkan materi strategis mengenai pembangunan daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bupati Delis menegaskan bahwa visi “SCS” (Sehat, Cerdas, Sejahtera) yang ia usung di Morowali Utara menjadikan sektor kesehatan sebagai fondasi utama.

“Pengalaman saya sebagai dokter mengajarkan bahwa pembangunan kesehatan tidak bisa lepas dari tata kelola yang baik dan data yang kuat. Teknologi, termasuk AI, harus menjadi alat untuk memperluas akses layanan, bukan untuk menggantikan nilai kemanusiaan,” ujar dr. Delis di hadapan para sivitas akademika.

Dalam paparannya, dr. Delis membagikan keberhasilan Pemkab Morowali Utara, mulai dari raihan penghargaan Universal Health Coverage (UHC), pembangunan infrastruktur medis, hingga program inovatif Dokter Spesialis Lintas Desa (ProDelis). Tak hanya kesehatan, ia juga menyoroti komitmen pemda dalam memberikan beasiswa bagi ribuan mahasiswa setiap tahun dan pelatihan vokasi gratis.

Keberhasilan ini tercermin pada tren positif pertumbuhan ekonomi Morowali Utara dan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. “Pembangunan daerah adalah fondasi Indonesia Emas. Jika daerah kuat, sehat, dan cerdas, maka Indonesia akan berdiri kokoh,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Delis menjadi pesan kuat bagi para mahasiswa kedokteran bahwa profesi dokter memiliki ruang pengabdian yang luas. Seorang dokter tidak hanya terbatas pada layanan klinis di rumah sakit, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat melalui kebijakan publik.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *