Rabu, 03 Jun 2026

Jaga Aset Daerah, Sekda Touna Tekankan Pentingnya Penetapan Sempadan Danau Banano

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Touna - 22 Jan 2026

Ampana, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus mematangkan langkah perlindungan sumber daya air melalui kolaborasi strategis dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu. Langkah ini diawali dengan digelarnya Sosialisasi Awal Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II, dan III yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (22/1/2026).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matadjeng, S.Pd., M.AP., yang mewakili Bupati. Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, pihak BWS Sulawesi III Palu, serta tokoh masyarakat dan perangkat Desa Banano.

Dalam sambutannya, Sekda Alfian Matadjeng menekankan bahwa penetapan garis sempadan bukan sekadar urusan teknis pemetaan, melainkan langkah krusial untuk menjaga aset berharga daerah. Ia menyebut Danau Banano sebagai potensi strategis yang menjadi penopang ekosistem sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Tojo.

“Danau Banano adalah aset sumber daya air yang sangat penting, baik sebagai penyangga ekosistem maupun penopang kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Penetapan garis sempadan ini adalah wujud nyata pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ujar Sekda Alfian.

Beliau juga meluruskan persepsi di masyarakat mengenai tujuan penetapan batas wilayah ini. Menurutnya, aturan sempadan bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan untuk memberikan perlindungan jangka panjang.

“Penetapan garis sempadan bukan untuk membatasi kegiatan masyarakat semata, namun justru untuk memberikan kepastian hukum, menjaga keseimbangan lingkungan, serta melindungi masyarakat dari risiko kerusakan lingkungan di masa depan,” tegasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Swakelola Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Sulawesi Tengah ini diharapkan mampu menghasilkan kajian yang ilmiah dan partisipatif. Sekda meminta Camat Tojo, Kepala Desa Banano, dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada warga sekitar.

“Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti sosialisasi ini dengan serius dan terbuka untuk menyampaikan aspirasi maupun masukan, agar hasil kajian ini benar-benar akurat dan membawa manfaat luas,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Sekda mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Danau Banano sebagai warisan alam yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan paparan teknis terkait rencana kajian penetapan garis sempadan dan sesi diskusi tanya jawab untuk menyerap masukan dari para pemangku kepentingan yang hadir.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x