
Ampana, Sulteng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tojo Una-Una resmi menutup masa persidangan I tahun 2025 sekaligus membuka masa persidangan II tahun 2026 melalui Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (13/01/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Gusnar A. Suleman, S.E., M.M. ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja legislatif sepanjang tahun lalu.
Tercatat, DPRD Tojo Una-Una sukses menelurkan sejumlah produk hukum penting, di antaranya 13 Peraturan Daerah (Perda), 22 Keputusan DPRD, serta sejumlah nota kesepakatan dan berita acara persetujuan bersama.
Di balik capaian tersebut, ada catatan penting yang menjadi sorotan utama. Gusnar mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Tojo Una-Una tengah menghadapi tantangan serius terkait kondisi fiskal. Terjadi penurunan pendapatan daerah yang berdampak langsung pada pemangkasan anggaran di berbagai sektor.

“Kondisi anggaran saat ini mengalami pengurangan dari tahun sebelumnya. Dampaknya, pelaksanaan kegiatan kedewanan kini hanya difokuskan pada agenda rutin dan yang bersifat wajib saja,” ungkap Gusnar di hadapan forum.
Ia menegaskan bahwa pemerintah dan legislatif harus bersikap realistis dengan melakukan rasionalisasi belanja. Program-program yang tidak mendesak akan ditunda demi menjaga keberlangsungan program esensial bagi masyarakat.
“Langkah ini menuntut kita semua untuk fokus pada prioritas utama pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal,” tambahnya.
Rapat Paripurna ini dinyatakan kuorum dengan kehadiran 17 dari 25 anggota dewan. Turut hadir menyaksikan jalannya sidang, Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S. Sos., M. Si, jajaran Wakil Ketua, serta unsur Forkopimda mulai dari Wakapolres, Kasi Intel Kejari, hingga Danramil 1307-05/Ratolindo.
Dengan dibukanya masa persidangan II tahun 2026, pimpinan dewan berharap adanya kerja sama yang lebih konstruktif antara legislatif dan eksekutif. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama agar pembangunan di Kabupaten Tojo Una-Una tetap berjalan stabil meskipun di tengah penyesuaian anggaran yang ketat.
“Kami sangat mengharapkan peran aktif dan masukan dari seluruh anggota dewan agar setiap langkah kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” tutup Gusnar.


Tidak ada komentar