
Kolonodale, Sulteng – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, memimpin evaluasi besar-besaran terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat yang digelar di ruang kerja Bupati, Rabu (7/1/2026), terungkap bahwa realisasi pendapatan daerah belum menunjukkan angka yang menggembirakan.
Hingga akhir periode 2025, PAD Morowali Utara baru mencapai Rp159,6 miliar atau sekitar 52,55 persen dari target sebesar Rp303,8 miliar. Rendahnya capaian ini menjadi alarm bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pajak dan retribusi.
Bupati Delis menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi terjebak dalam pola kerja rutin yang tidak produktif. Ia meminta adanya perubahan radikal dalam manajemen pendapatan untuk tahun 2026.
“Capaian PAD kita masih sangat rendah. Ini tidak boleh dibiarkan berulang. Tahun 2026 harus ada langkah yang lebih inovatif dan serius agar potensi daerah benar-benar maksimal,” tegas Bupati Delis di hadapan para kepala OPD dan jajaran Badan Pendapatan Daerah.

Sebagai solusi, Bupati menginstruksikan tiga kebijakan strategis yang wajib segera dilaksanakan yakni, pertama Pemutakhiran Data dengan melakukan validasi ulang data wajib pajak secara menyeluruh agar perhitungan potensi PAD lebih akurat dan realistis.
Kedua, Digitalisasi Sistem dengan mendorong penggunaan aplikasi pembayaran pajak secara digital untuk mempermudah masyarakat sekaligus meminimalkan kebocoran administrasi.
Dan yang terakhir, Penegakan Aturan yaitu meningkatkan sosialisasi dengan melibatkan aparat penegak hukum guna menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.
Selain langkah administratif, Pemkab Morut juga akan menerapkan skema reward bagi desa-desa yang berhasil merealisasikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercepat dan terbesar. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi pemerintah tingkat desa untuk aktif mengawal penagihan pajak di wilayahnya.
“Untuk mendapatkan hasil yang besar, kita harus berani mengambil langkah-langkah baru. Inovasi dan kreativitas adalah kunci agar PAD kita mampu menopang pembangunan daerah secara mandiri,” pungkasnya.
Rapat evaluasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Djira K, Sekretaris Daerah Ir. Musda Guntur, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Agung Satria Ponga.


Tidak ada komentar