TRENDING
Selasa, 28 Jul 2026

Lebih dari Sekadar Pulang Kampung, Bupati Delis Buka Reuni Akbar Mia Maralee

2 menit membaca
Redaksi
Morut, News, Pemerintahan - 30 Des 2025

Petasia, Sulteng – Suasana Desa Maralee, Kecamatan Petasia Barat, mendadak riuh penuh sukacita. Untuk pertama kalinya, warga asal Maralee dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul dalam gelaran Reuni Akbar “Mia Maralee” yang resmi dibuka oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, Minggu (28/12/2025).

Kedatangan Bupati bersama Ketua TP PKK Morut yang juga anggota DPD RI, Febriyanthi Hongkiriwang, disambut hangat dengan tarian adat Mori di lapangan Rindu Dame. Acara ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-63 Gereja Imanuel Maralee.

Dalam sambutannya, Bupati Delis memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan panitia dan warga. Menurutnya, mengumpulkan ratusan perantau dalam satu momentum bukanlah perkara mudah.

“Luar biasa. Kegiatan ini menggambarkan kerinduan yang mendalam untuk mempererat tali persaudaraan. Semangat gotong royong warga Maralee sangat terasa di sini,” ujar Bupati sembari mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat.

Kemeriahan memuncak saat Febriyanthi Hongkiriwang memukul Padengko (kentongan bambu) dari tribun utama. Suara tersebut langsung bersahut-sahutan dengan bunyi gong dan kentongan dari berbagai sudut tenda pelayanan, menandai dimulainya rangkaian acara secara resmi.

Tak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, Febriyanthi juga memberikan kejutan berupa hadiah kulkas dan mesin cuci sebagai doorprize utama untuk kegiatan jalan sehat yang digelar keesokan harinya.

Ketua Panitia, Alfred Lande, mengungkapkan bahwa reuni yang bertajuk Tepotowoa Langkahi ini berlangsung selama empat hari, yakni 28–31 Desember 2025. Magnet acara ini begitu kuat, terbukti dengan hadirnya sekitar 90 persen warga Maralee dari perantauan.

“Mereka datang dari Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga Papua. Kami sangat bersyukur keluarga besar Maralee bisa berkumpul kembali di tanah kelahiran,” kata Alfred.

Kegiatan ini pun berlanjut pada hari kedua dengan jalan sehat keliling kampung. Seluruh hadiah dan operasional kegiatan ditanggung secara swadaya oleh keluarga besar Mia Maralee di Kolonodale dan sekitarnya sebagai bentuk bakti untuk desa tercinta.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x