
Ampana, Sulteng – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya, S.Sos., M.Si., menghadiri peringatan Haul H.S. Idrus Bin Salim Al-Jufri (Guru Tua) ke-57 dan Haul KH. Muhammad Amin ke-25 yang dipusatkan di Lapangan Haul Uwa Amin, Kelurahan Labiabae, Senin (22/12/2025).
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Tojo Una-Una ini menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan tokoh agama serta masyarakat.
Bersama sekitar 1.500 jamaah yang memadati lokasi, Wakil Bupati tampak khidmat mengikuti rangkaian acara sejak pembukaan hingga ceramah agama.
Kehadiran Wakil Bupati Surya dalam agenda besar ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian nilai-nilai religius dan penghormatan kepada jasa para ulama.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Asrar M. Ali, menyampaikan pesan penting mengenai peran ulama sebagai pilar daerah.
“Peringatan ini adalah bentuk penghormatan kita kepada tokoh besar yang kharismatik. Sosok almarhum adalah ulama dan panutan dalam peradaban kita, khususnya di Kabupaten Tojo Una Una,” ungkap Asrar saat membacakan sambutan Bupati.
Pemerintah berharap dedikasi Guru Tua dan KH. Muhammad Amin dalam dunia dakwah dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan moral masyarakat di bumi Sivia Patuju.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan jajaran pimpinan daerah dengan masyarakat luas. Selain Wakil Bupati, tampak hadir Anggota DPR RI Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, unsur Forkopimda, serta para tokoh lintas sektoral.
Momen ini kian istimewa dengan hadirnya ulama internasional dari Yaman, Habib Muhammad bin Abubakar Alhaddar, dan Habib Ali Abdul Aziz bin Jindan dari Bekasi.
Dalam tausiyahnya, Habib Ali mengingatkan pentingnya menjaga adab dan menjadikan haul sebagai momentum perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Peringatan Haul yang berlangsung tertib dan penuh haru ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat identitas Kabupaten Tojo Una-Una sebagai daerah yang religius dan menghargai sejarah perjuangan para pendahulu.


Tidak ada komentar