Rakor Sulteng: Bupati Touna Paparkan Progres Asta Cita, Soroti Kendala Akses dan Disparitas Harga

3 menit membaca
Redaksi

Banggai, Sulteng – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah se-Sulawesi Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Dr. Anwar Hafid, M.Si., di Estrella Hotel and Conference Center, Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Senin (17/11/2025).

Rakor tersebut fokus pada evaluasi pencapaian program prioritas nasional, “Asta Cita,” Presiden RI. Bupati Ilham Lawidu menegaskan komitmen penuh Kabupaten Tojo Una-Una untuk menyukseskan program-program ini, mengingat posisinya sebagai Ketua Tim Pemenangan Presiden di wilayahnya.

Bupati Ilham secara lugas menyatakan keberhasilan Presiden di Tojo Una-Una, yang menjadi dasar pentingnya kesuksesan program pasca-pemilu.

“Hasilnya 72 persen. Sehingga program beliau tidak boleh gagal Kabupaten Tojo Una-Una,” tegas Bupati Ilham di hadapan Gubernur dan jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda Irjen Pol. Endi Sutendi dan Kajati Nuzul Rahmat.

Mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati Ilham memaparkan bahwa implementasinya telah mencapai 42% di enam kecamatan. Namun, distribusi terhambat oleh kondisi geografis.

“Kendala utama adalah aksesibilitas di wilayah kepulauan dan desa-desa dataran tinggi dengan kondisi jalan yang sulit, yang menyulitkan distribusi makanan,” ungkap Bupati Ilham, menyoroti tantangan logistik.

Di sektor kesehatan, Tojo Una-Una menunjukkan capaian signifikan. Kabupaten tersebut hampir mencapai cakupan kesehatan universal.

“Tojo Una-Una telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan angka 98,56%,” terangnya, sebuah angka yang mendekati target 100%.

Selain itu, Program Sekolah Rakyat telah diluncurkan tiga bulan lalu, menampung 100 siswa dalam empat rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari SD 1 rombel, SMP 2 rombel, dan SMA 1 rombel.

Untuk infrastruktur pendidikan jangka panjang, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan. “Kami juga telah membebaskan lahan 10 hektare senilai Rp9 miliar untuk pembangunan sekolah yang direncanakan mulai Desember ini,” lanjut Bupati Ilham.

Dalam Program Ketahanan Pangan, lahan seluas 1.350 hektare telah disiapkan, dengan 350 hektare dialokasikan untuk tahun ini. Sebanyak 19 hektare di antaranya telah selesai digarap melalui kerja sama dengan TNI-Polri.

Bupati Ilham juga mengidentifikasi dua masalah struktural utama penyebab tingginya angka kemiskinan yakni isu Masyarakat Adat yang Tinggal di Hutan dan Ketimpangan Harga di Kepulauan.

“Ada kelompok masyarakat yang tetap memilih tinggal di hutan karena alasan adat istiadat, meskipun Pemda telah menyiapkan rumah dan tanah di desa,” jelasnya.

Masalah kedua adalah disparitas harga di wilayah kepulauan. “Selain itu untuk harga di enam dari 12 kecamatan yang merupakan wilayah kepulauan, menyebabkan disparitas harga BBM dan gas yang signifikan misalnya, harga gas di pulau bisa mencapai Rp60.000,” imbuhnya, menggambarkan ketidakadilan harga.

Sebagai penutup, Bupati Ilham mengajukan permohonan dukungan kepada Gubernur untuk mencabut izin penguasaan lahan oleh beberapa perusahaan.

Ia percaya, perbaikan struktur jalan dan pengelolaan hutan oleh Pemda adalah kunci untuk mengatasi masalah kemiskinan di Tojo Una-Una, demi mewujudkan 100 persen program Asta Cita di Sulawesi Tengah pada tahun 2026.

Sumber: Live Streaming Resmi Channel Youtube DKISP PODCAST 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *