TRENDING
Jumat, 11 Sep 2026

Telur Melonjak Akibat Pakan dan MBG, Wagub Sidak Pasar Palu

2 menit membaca
Redaksi

Palu, Sulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan kesiapan menghadapi potensi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026.

Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital pangan, termasuk Pasar Inpres, Pasar Masomba, dan Gudang Bulog pada Jumat (17/10/2025).

Kunjungan gabungan yang melibatkan Kajati, Kapolda, Pangdam XIII/Palakawira, dan Kepala BI Perwakilan Sulteng ini bertujuan memverifikasi ketersediaan stok serta pergerakan harga komoditas pangan.

Telur Melonjak, Beras Stabil Berkat Bulog

Wagub dr. Reny Lamadjido mengungkapkan bahwa secara umum, harga bahan pokok di Kota Palu relatif terkendali, bahkan komoditas seperti beras dan cabai menunjukkan tren penurunan. Namun, perhatian khusus tertuju pada harga telur.

“Kami menemukan harga telur mengalami kenaikan signifikan. Hal ini disebabkan dua faktor utama: tingginya harga pakan ayam ras dan meningkatnya permintaan konsumen, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas dr. Reny.

Saat ini, harga telur ayam mencapai kisaran Rp55.000 per rak, sementara ayam potong berada di angka Rp75.000 per ekor, dan bawang merah/putih stabil di Rp50.000 per kilogram.

Di sisi lain, Wagub mengapresiasi peran Perum Bulog yang berhasil menjaga stabilitas harga beras melalui penyediaan Beras SPHP yang melimpah di pasar-pasar lokal.

Langkah Antisipasi Inflasi Akhir Tahun

Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi menjelang akhir tahun, Pemprov Sulteng berencana menyalurkan bantuan beras langsung ke desa-desa dan kelurahan.

Menutup sidak, Wagub dr. Reny menekankan pentingnya peran aktif TPID Sulteng. Ia menginstruksikan seluruh jajaran TPID untuk meningkatkan koordinasi, monitoring, dan analisis harga bahan pokok secara periodik.

“Kami berharap TPID bersama OPD terkait tetap aktif melakukan pemantauan dan kajian harga, sehingga kita bisa mengantisipasi lebih awal potensi inflasi di daerah,” pungkasnya, menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Sumber : PPID Utama / Humas Pemprov. Sulteng

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x