Rabu, 03 Jun 2026

Transformasi Literasi Touna, 12 Perpustakaan Jalani Standarisasi Nasional

3 menit membaca
Redaksi
Pemerintahan, Touna - 12 Okt 2025

Ampana, Sulteng — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan mutu layanan literasi.

Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, belasan Perpustakaan Desa dan Kelurahan di Touna menjalani proses Penilaian Akreditasi selama dua hari, mulai tanggal 08 hingga 09 Oktober 2025.

Langkah strategis ini bertujuan memastikan semua perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Aspek yang dinilai meliputi kelembagaan, kelengkapan koleksi, ketersediaan sarana prasarana, kompetensi tenaga, hingga kualitas layanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Touna, Mohamad Afandi, S.H., atau akrab disapa Pak Adi, menjelaskan bahwa akreditasi ini menggunakan pendekatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

“Akreditasi ini sangat penting, karena merupakan upaya memastikan layanan perpustakaan sesuai dengan standar nasional, sekaligus menjadi momentum untuk perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” tegas Afandi.

Ia meyakini bahwa perpustakaan yang terakreditasi akan memiliki kredibilitas lebih tinggi di mata masyarakat, yang pada akhirnya akan mendorong minat baca dan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

Apresiasi dari Provinsi: Sinergi Kunci Keberhasilan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh. Idham Khalid, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin antara pengelola perpustakaan dengan Pemerintah Desa dan Kelurahan di Touna.

“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan yang lebih baik. Hal ini bukan hanya tentang memenuhi penilaian akreditasi, tetapi juga bagaimana Perpustakaan dapat berkembang menjadi pusat literasi yang bermutu,” ujar Idham.

Idham berharap hasil akreditasi dapat memacu peningkatan kualitas dan memperkuat budaya literasi di daerah, sekaligus memastikan proses penilaian berjalan lancar, transparan, dan akuntabel.

Fokus Penilaian di Tiga Kecamatan

Penilaian akreditasi ini difokuskan pada tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Ampana Kota, Kecamatan Ratolindo, dan Kecamatan Ampana Tete, yang melibatkan total 12 perpustakaan desa/kelurahan.

Tim Asesor dibagi menjadi tiga, dengan lokasi penilaian tersebar di Desa Sabolira Toba, Desa Patingko, Desa Sumoli, Desa Labuan, Desa Sansarino, dan Kelurahan Bailo yang dilakukan oleh Tim I.

Sementara, Tim II di Kelurahan Uemalingku dan Kelurahan Dondo Barat serta Tim III di Desa Sabo, Desa Bantuga, Desa Pusungi, dan Desa Kajulangko.

Sejumlah komponen utama menjadi fokus penilaian, antara lain: koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, inovasi, hingga mengukur Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Kepala Desa yang terlibat menyambut baik program ini, meyakini bahwa perpustakaan yang terakreditasi akan memberikan nilai tambah signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia, mengubah citra perpustakaan dari sekadar tempat membaca menjadi pusat informasi, ruang diskusi, dan pelatihan keterampilan.

Dengan dukungan penuh Pemda Touna, diharapkan seluruh Perpustakaan Desa dan Kelurahan di Touna dapat segera terakreditasi, menjadi kunci peningkatan minat baca, dan mendorong lahirnya masyarakat literat yang berdaya saing.

Sumber: Diskominfo Touna

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x