Pemkab Tojo Una Una Genjot Pariwisata dengan Fokus pada Aksesibilitas dan Kolaborasi

3 menit membaca
Redaksi
Pemerintahan, Touna - 23 Agu 2025

Ampana, Tojo Una-Una — Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, berkomitmen penuh untuk memajukan sektor pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mohammad Arsyad, S.E., M.Si., dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Podcast Sivia Patuju yang tayang pada Sabtu (23/08/2025) di kanal YouTube Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una. Wawancara yang dipandu oleh Sumarlan Pagesa ini berlangsung di Taman JH Ampana.

Arsyad mengungkapkan rasa bangganya karena Tojo Una Una saat ini menjadi penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbesar di Sulawesi Tengah, menyumbang lebih dari separuh total kunjungan.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 8.000 wisatawan mancanegara telah berkunjung. Momentum ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama pada periode high season yang berlangsung dari Juli hingga September.

Mengatasi Tantangan Eksternal dan Internal

Meskipun demikian, Arsyad mengakui bahwa pengembangan pariwisata di Tojo Una Una tidaklah mudah. Ada berbagai tantangan yang harus diatasi, yang dikelompokkan menjadi dua masalah utama: eksternal dan internal.

Masalah eksternal adalah persoalan yang berada di luar kewenangan Dinas Pariwisata namun sangat berdampak pada kemajuan pariwisata. Arsyad menyebutkan ada 11 masalah eksternal yang harus ditangani, dengan akses dan konektivitas menjadi masalah paling mendasar.

“Kita punya bandara yang cukup baik, bahkan terbaik kedua di Sulawesi Tengah setelah Bandara Mutiara Palu, dengan panjang landasan pacu 1.900 meter. Namun, kita belum punya penerbangan yang lancar untuk menghubungkan Ampana dengan kota-kota besar di Indonesia,” ujar Arsyad.

Selain penerbangan, konektivitas dari Ampana menuju Kepulauan Togean juga menjadi sorotan. Ketersediaan penyeberangan yang belum teratur dan terjadwal secara rutin sering kali dikeluhkan wisatawan. Arsyad optimis, jika masalah akses ini bisa diatasi, jumlah kunjungan wisatawan bisa naik hingga dua sampai empat kali lipat.

Masalah lain yang juga dihadapi adalah kerusakan terumbu karang (destructive fishing), keterbatasan telekomunikasi, dan kurangnya ketersediaan kebutuhan dasar wisatawan seperti air bersih dan buah-buahan segar di Kepulauan Togean.

Strategi Kolaborasi Pentahelix: “Sepakat”

Menanggapi tantangan ini, Dinas Pariwisata mengedepankan pendekatan pentahelix, yang melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak. Arsyad menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, mereka telah membuat nota kesepahaman bersama yang ditandatangani oleh Bupati, Ketua DPRD, akademisi, pengusaha wisata, dan berbagai organisasi terkait.

“Pariwisata tidak bisa dibangun hanya oleh Dinas Pariwisata saja. Perlu sinergi dengan banyak pihak,” tegasnya.

Slogan baru Dinas Pariwisata, “Sepakat”, yang merupakan akronim dari Sinergitas Program Pariwisata Berkelanjutan, menjadi landasan utama. Kolaborasi ini kini mulai terlihat hasilnya, di mana Dinas Pariwisata sudah bermitra dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Polairud.

Mengembangkan Destinasi Unggulan di Ampana

Arsyad juga menyoroti fenomena wisatawan yang sering kali menginap satu hingga dua malam di Ampana sebelum melanjutkan perjalanan ke Togean. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan destinasi di wilayah Ampana.

Dinas Pariwisata telah menetapkan beberapa strategi, di antaranya mendorong Desa Labuan yang berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia pada tahun 2024.

Selain itu, mereka juga berencana mengembangkan kawasan Danau Banano sebagai rest area dan destinasi wisata baru. Masterplan untuk kawasan ini sudah selesai disusun, dan pembangunan fisik diharapkan dimulai tahun depan.

“Kami mencoba mendesain terus destinasi baru, seperti di Saluaba, Uebone dengan wisata paralayang, dan penataan Angkringan Labuan dan Malotong,” tambah Arsyad.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Arsyad yakin Tojo Una Una akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. “Saat ini baru ada ’10 Bali Baru’. Kami berharap ke depannya, Tojo Una Una bisa menjadi salah satunya,” pungkasnya penuh optimisme.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *