
Ampana, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Revitalisasi Bahasa Daerah Sulawesi Tengah Tahun 2026 ini resmi dibuka di Hotel Lawaka, Kelurahan Dondo, Senin (13/04/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui UPT Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una-Una, Aspan Taurenta.
Mewakili Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, S.H., Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Viyayantisyah Latjuba, S.T., M.Si., membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa atas inisiatif strategis dalam menjaga warisan budaya.
“Revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar menjaga warisan, tetapi juga merawat identitas, nilai-nilai budaya, dan kearifan lokal yang telah hidup di tengah masyarakat,” ujar Staf Ahli yang akrab disapa Vivi Yanti ini.
Vivi Yanti menyoroti tantangan besar di era globalisasi di mana penggunaan bahasa daerah mulai tergeser, terutama di kalangan generasi muda. Ia memberikan contoh nyata bahwa saat ini bahasa daerah lebih sering terdengar di pasar daripada di lingkungan sekolah.
“Kita tidak ingin bahasa daerah hanya menjadi kenangan. Melalui peran pengajar utama ini, diharapkan lahir agen perubahan yang mampu menularkan semangat pelestarian kepada para guru dan anak didik dengan metode yang menarik, inovatif, dan kontekstual,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelestarian bahasa daerah sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berbudaya. Pemerintah daerah berharap hasil dari Bimtek ini dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan pendidikan.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita bangun sinergi agar bahasa daerah tetap hidup dan berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern,” tambahnya.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung intensif ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memastikan kekayaan bahasa di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Tojo Una-Una, tidak punah ditelan zaman.

Tidak ada komentar