Angka Kemiskinan Sigi Turun 10,47 Persen, Bupati Rizal Tegaskan Empat Pilar Harus Jadi Aksi Nyata

2 menit membaca
Redaksi
News, Pemerintahan, Sigi - 18 Feb 2026

Sigi, Sulteng – Aula Gedung Kesenian RTH Taiganja, Desa Kalukubula, menjadi saksi kolaborasi antara nilai kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sigi bersama MPR RI menggelar Sosialisasi Empat Pilar yang menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi sebagai motor penggerak utama di tingkat keluarga.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Anggota MPR RI H. Muhidin Mohamad Said, Ketua TP PKK Sigi Siti Halwiah, serta perwakilan akademisi dari Universitas Tadulako dan unsur DPRD.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus bertransformasi menjadi aksi nyata. Menurutnya, Empat Pilar adalah fondasi dalam merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Bupati memaparkan capaian positif daerah, di mana angka kemiskinan di Kabupaten Sigi berhasil ditekan hingga menyentuh 10,47 persen pada tahun 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lengah.

“Pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh menangani kasus kemiskinan ekstrem yang masih ditemukan di lapangan. Nilai-nilai kebangsaan ini harus diwujudkan dalam kebijakan yang menyentuh persoalan rakyat secara langsung,” tegas Bupati Rizal.

Senada dengan hal tersebut, Anggota MPR RI H. Muhidin Mohamad Said menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan mandat konstitusi untuk memastikan nilai dasar negara hadir di tengah masyarakat. Ia secara khusus menyoroti peran strategis PKK dalam penguatan ekonomi.

Muhidin mendorong kader PKK untuk lebih aktif dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, salah satunya melalui pengembangan koperasi dan kelompok usaha produktif. Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat desa.

Melalui pertemuan ini, terbangun komitmen kuat antara lembaga negara, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Harapannya, nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi energi bagi masyarakat Sigi dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *