
Ampana, Sulteng – Guna mematangkan persiapan menuju Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Rembug Madya di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna).
Acara ini berlangsung di Hotel Pink, Ratolindo, pada Sabtu (8/11/2025) pagi.
Mewakili Bupati Touna, Staf Ahli Bidang SDM, Ir. Dalfiah, M.M., membuka kegiatan dengan penegasan bahwa sektor pertanian dan perikanan adalah “pilar utama perekonomian daerah”.
Ir. Dalfiah menjelaskan bahwa forum Rembug Madya ini tidak hanya sekadar pertemuan internal KTNA, tetapi juga wadah strategis untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kebutuhan riil petani dan nelayan di lapangan.


Ia mengakui bahwa petani menghadapi tantangan berat, seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga. Oleh karena itu, Pemkab Touna berkomitmen kuat untuk memberikan solusi nyata.
“Pemerintah memiliki komitmen kuat. Kami akan mendukung sektor ini melalui program penguatan akses permodalan, serta penyediaan infrastruktur pertanian yang memadai seperti irigasi dan jalan usaha tani,” jelas Ir. Dalfiah.
Rembug Madya ini bertujuan utama menyelaraskan kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjelang PENAS 2026. Menurut Dalfiah, langkah ini krusial untuk memastikan kontingen Sulteng siap bersaing dan berkontribusi penuh pada agenda swasembada pangan nasional.
Rembug Madya ini dihadiri oleh Ketua KTNA Provinsi Yvonne Kasese, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi, dan perwakilan KTNA dari berbagai kabupaten, dengan fokus pada penyiapan kontingen terbaik Sulteng untuk tampil maksimal di PENAS Gorontalo.

Tidak ada komentar